Sabtu, 30 April 2011

Aku Merasa Terbelenggu

Terjerat.

Terantai.
Terkekang.
Padahal berkali-kali aku bilang, sebenarnya aku bebas.
Namun tak bisa kupungkiri.
Ada rantai transparan yang membelenggu hatiku, diriku, dan pikiranku.


Aku ingin bebas.
Tapi aku takut.
Aku ingin melepas semua jeratan ini.
Tapi aku selalu merasa belum siap.
Aku menginginkan kebebasan namun aku takut.
Aku benci...
dan aku hanya ingin berteriak, bebas...
aku hanya bisa berteriak lantang dan bebas lewat tulisan.
Aaaaaaaaaarrrrrrrggggggggghhhhhhhh!!!!

Dan aku masih tetap terbelenggu,
sampai diriku sendiri yang membebaskanku.
Sampai aku benar-benar bebas atas diriku.
Karena tak ada orang lain yang bisa melepaskan jeratan itu kecuali aku...



Inspirasi dari Nietzsche (II)

"I make songs and sing them; and when I make songs, I laugh, cry, and hum; thus I praise God. With singing, crying, laughing, and humming, I praise the God who is my God...." (Z-12)

"I teach you the Overman*. (Z-12, PN-124)
Once the sin against Gof was the greatest sin; but God died, and these sinners died with him." (Z-13,PN-125)"

"The time has come for man to set himself a goal. The time has come for man to plant the seed of his highest hope." (Z-17, PN-129)

"Creation--- that is the great redemption from suffering, and life's growing light. But that the creator may be, suffering is needed and much change. Indeed, there must be much bitter dying in your life, you creators." (Z-87, PN-199)



"...many of them suffer; therefore they want to make others suffer.
...prisoners they are to me, and marked men. He whom they call Redeemer has put them in fetters of false value and delusive words." (Z-91, PN-203)

"I love those whose soul is deep, even when wounded...
I love those who has a free spirit and free heart...
I love those who are as heavy drops, falling one by one out  of the dark cloud that hangs over men, they herald the advent of lightning, and, as heralds, they perish." (Z-16, PN-128)
"My death I praise you, the free death which come to me because I want it. Free to die and free in death, able to say a holy No when the time for Yes has passed..." (Z-72, Pn-85)

"Brave is he who knows fear but conquers fear, who sees the absyss, but with pride." (Z-288, PN-400)

"Will nothing beyond your capacity; there is a wicked falseness who will beyond theor capacity." (Z-289, PN-401)

"If you would go high, use your own legs. Do not let yoursleves be carried up; do not sit on the backs and heads of others." (Z-290, PN-402)

"Lift up your hearts, my brothers, high, higher!
And do not forget your legs either." (Z-294, PN-406)

"The you is older than the I." (Z-60, PN-172)

"Your love of life shall be love your highest hope; and your highest hope shall be the highest thought of life." (Z-48, PN-160)

"...it is annoying to give to them and it is annoying not to give to them." (Z-89, PN-201)

'Silence is worse; all truths that are kept silent becomes poisonous"

"One repays a teacher badly if one always remains nothing but a pupil." (Z-78, PN-190)

Zarathusta adalah dirinya sendiri.
Sungguh luar biasa kutipan-kutipan kalimatnya.
radikal namun bersastra.
Namun tak semuanya yang dikatakan adalah sesuatu yang benar dan tak perlu ditentang.
Justru semua adalah kata-kata yang penuh tentangan.
Apalagi dia telah dianggap gila.
Namun kata-katanya adalah kejujuran dan kebebasan.
Nietzsche pun telah berkata untuk tak usah mengikutinya, bahkan Ia lebih senang dilawan.
Tak semua ajaran harus diikuti, tapi untuk dikritisi.
Reference:
Hasan, Fuad. 2005. Berkenalan dengan Eksistensialisme. Jakarta:  PT Dunia Pustaka Jaya.






Jumat, 29 April 2011

Inspirasi dari Nietzsche

Dulu begitu mendengar kata filsafat rasanya malas banget dan langsung pencitraan negatif yang muncul. Filsafat selalu diidentikkan dengan sesuatu yang gila, irasional, dan bahkan seringkali atheis. Seorang filsuf selalu dianggap sebagai orang yang tidak memiliki agama, tidak percaya pada Tuhan. Ajaran dan pemikiran seorang filsuf memang selalu radikal, bebas, dan subjektif.
Nah... tadi pagi ketika habis bangun tidur aku langsung baca buku kecil karangan Pak Fuad Hasan yang isinya tentang kisah beberapa tokoh-tokoh filsuf. Karena kuliah hari ini akan bahas tentang Nietzsche, maka yaudah aku baca aja yang khusus bagian Nietzsche. Dari semalam waktu mau baca udah maleeesnyaa minta ampun. Tapi ternyata begitu aku baca satu paragraf aja rasanya langsung tertarik dan melahap habis halaman tentang Nietzsche (susahnya buat nulis dengan benar nama dia, rumit..).

Nietzsche adalah filsuf yang menganggap bahwa Tuhan telah mati. Aduh pokoknya kisah dia itu menarik banget deh. Dia hebat. Dia berprinsip bahwa untuk menciptakan ajaran baru harus terlebih dahulu menghilangkan ajaran lama.

"My formula is Amor fati: ....not only to bear up under every necessity, but love it."
"Live dangerously... Erect your cities beside Vesuvius. Send out your ships to unexplored seas. Live in a state of war."
'You great star, what would your happines be had you not those for whom you shine?'
"I sat there waiting---waiting for nothing
Enjoying, beyond good and evil, now
 the light, now the shade; there was only
The day, the lake, the noon, time without end.
then, my friend, suddenly one became two,
And Zarathustra passed by me."
"I teach you the Overman.
One the sin against God was the greatest sin; but God died, and these sinners died with him."
 aduuuh, ngantuk. besok lagi yaaa!!!

I Wanna My Freedom!




Aku menginginkan diriku benar-benar bebas. tidak terkekang oleh diriku sendiri.
Nanti akan kutulis mengenai kutipan-kutipan dari pemikiran filsuf yang bagiku sangat menyentuh dan luar biasa.
(http://www.myfreewallpapers.net/abstract/pages/total-freedom.shtml)

menerbangkan jiwaku
menuju cahaya warna warni
menyenangkan...
tidak lagi muram dan terjerat rantai hitam yang kuat
melambaikan sayapku, bebas
tak takut ancaman
membumbung, melampaui batas kemuraman
menyambut indahnya warna-warni ketenangan.





terbang bersama sayap-sayap kesucian
menjauhi kemuraman
dan kenistaan
bebas
benar-benar bebas tanpa kekangan dan jeratan...
mengubah air mata kegelapan menjadi sebuah loncatan kegembiraan
penuh warna, benderang, cerah.



mengusir kepedihan
menyudahi tetasan kemuraman
membuangnya jatuh ke dalam aliran kegelapan
membawanya menjauh...
mengalir ke muara kedukaan
menyudahi semua kegelapan ini
menggantinya dengan tetes kebahagiaan
penuh warna dan cerah
menitikkannya dalam kubangan kebahagiaan.
dan tak membiarkannya pergi dari kubangan cerah itu.

merasakan kebebasan.
menerbangkan jiwa ke angkasa,
mencumbu cahaya ketenangan
cahaya pemberi terang dalam gelap
melepaskan semua beban
BEBAS...
Aku ingin merasa seperti gambar terakhir itu.
Begitu bebas tanpa kekangan
penuh warna dan cahaya dalam kehidupan
udara segar dan cahaya benderang...


Kamis, 28 April 2011

Burnout? Tryin' To Run Away? (III)

Now I really feel in a sorrow.
Kacau banget rasanya...
Kacau. Suntuk. Stres. Bener-bener capek emosional.
Entah kenapa padahal aku udah berada di tempat yang aku pilih dan incar dari dulu tapi ketika dan tiap kali aku masuk ke tempat itu aku ngerasa ga dapet feelnya.
Hambar dan tertekan.
Ternyata semua ga semudah yang aku bayangkan. Aku waktu itu hanya membayangkan mendapatkan tempat ini tapi ga samasekali bayangin tentang komponen dan sesuatu apa yang harus aku miliki untuk survive di sini. Yah, aku yang salah, terlalu mengejar awal tanpa melihat proses...
Apa yang aku inginkan?
Fly.
menjadi "angel"....

Bisa menjelajah kebebasan. Freedom.





Rabu, 27 April 2011

Burnout? Tryin' to Run away? (II)

Okay aku lanjutin cerita curahan hatiku yang kemarin.
Kemarin aku benar-benar suntukkk banget di kampus. Suntuk bukan karena masalah kuliah aja tapi karena keseluruhan masalah dalam hidup. Mungkin aku mengalami burnout (Maslach (1982) diungkapkan bahwa burnout merupakan sindroma (gabungan gejala) kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan hasrat dalam pencapaian prestasi, yang sering terjadi pada pekerjaan yang sifatnya melayani orang lain) (Kompas, Minggu, 24 April 2011).Aku merasa lelah, bosan, jenuh dengan semua aktivitas dan hal yang aku jalani dan aku jalani selama ini. Aku ingin mencari sesuatu yang baru yang belum pernah aku rasakan. Pergi menjauh dari semua ini. Terbang ke langit mencari tempat yang tenang, nyaman, hijau, penuh gemericik air dan celoteh burung, langit yang biru... Aku ingin sendiri menikmati hidup menyatu dengan alam yang seperti dalam negeri dongeng.
Aku ingin lari dari kenyataan hidupku sendiri. Aku benar-benar lelah. Lebih baik aku benar-benar masuk ke dalam dunia imajinasi yang sebenarnya. Seandainya saja ada Doraemon... Haha, ngelantur deh.
Ok, balik lagi...
Hari Selasa (kini) menjadi hari yang penuh dilema buatku, khususnya buat kehidupan di kampus. Aku yang lebay kayanya sih. Cuma gara-gara jadwal latiha nari dari Klub Peminatan Tari di kampus yang aku ikuti dipindah jadwal ke hari ini. Padahal informasi tentang jadwal latihan juga selalu dijarkom. Ah tapi aku selalu dilema. Hari Selasa itu selalu sebelum hari Rabu, sedangkan hari Rabu ada mata kuliah Faal, mata kuliah yang sangat menarik di Semester ini buatku namun juga agak berat karena faktor dosen yang disiplin dan materi yang banyak dan butuh pemahaman. Sedangkan latihan nari selalu sampai pada malam hari setelah latihan jangan ditanya pasti badannya pegel semua, capek banget. Udah gitu pulang malem kan... Capek pokonya.
Di satu sisi aku ingin mengembangkan kemampuanku di bidang lain selain hanya kuliah aja, bisa nari. Tapi di sisi lain aku ga punya temen yang bisa buat aku merasa nyaman di kelompok ini. Ini sebenarnya yang membuatku selalu dilema dan malas untuk latihan. Namun ketika aku latihan nari aku merasa senang, menikmatinya, dan tidak lagi merasa dilema. Namun tetap saja aku membenci hal ini di satu sisi, ketergantunganku pada teman. Aku benci aku memiliki sifat seperti ini, friend oriented. Ah!
Entahlah aku selalu kacau menciptakan alur yang jelas. Karena ada terlalu banyak pokok pikiran dalam otakku.
Akhirnya setiap kali hari Selasa aku bingung, khusus untuk Selasa ini apalagi. Rabu ada kuis Faal, 4 bab. Ah.. tapi tanggal 6 Mei besok aku akan ikut pagelaran mini untuk menari di Fakultas, yah tentulah walaupun motif awalku ikut KP tari ini untuk belajar menari tapi tetap saja akhirnya aku tidak ingin melewatkan tawaran dan kesempatan untuk ikut tampil nanti, setidaknya latihanku selama ini sedikit memiliki reward. Karena perasaan atau tepatnya rules untuk menciptakan performa terbaik nanti aku ingin ikut latihan ini, karena sudah sebentar lagi...
Aku benar-benar bimbang. Aku inign maksimal juga dalam kuis, dan aku bukanlah tipe orang yang multitasking maupun yang bisa tenang. Yah aku tipe orang T (big tension) yang mudah sekali panik.
Akhirnya karena semua ini otakku tambah pusing, rasanya ingin sekali terbang menembus atap. Ah...!
Namun akhirnya aku memutuskan untuk bolos di mata kuliah kedua aja padahal 3 SKS untuk belajar faal. lagipula aku belum pernah bolos. Jadi gapapalah, nakal dikit. Ga nakal juga sih, itu hal biasa, tapi bagiku yang selama ini menjalani hidup sesuai dengan rule hal ini adalah bentuk kenakalan. Ah hidupku serba sulit karena diriku sendiri, malangnya akuu...
Yah akhirnya aku bolos dan ke kosan temanku untuk belajar, tapi kenyataannya aku ga belajar malah tidur disana. Mungkin karena aku terlalu pusing dan stres. Aku menyesal sebenarnya karena telah menyia-nyiakan waktu dengan tidak berguna. Sangat menyesal.
Akhirnya aku kembalil ke kampus setelah jam latihan nari udah bantar lagi. Ujan-ujanan, sampe basah deh celananya. Dan aku datang on time di tempat latihan sesuai dengan jarkom dan jadwal latihan yang seharusnya. Tapi ketika aku sampai di tempat latihan ngga ada orang sama sekali. Karena aku merasa menjadi orang minoritas di kelompok mayoritas, aku paniklah. Sebenarnya ada latihan atau ngga sih, malah adanya anak-anak lain yang sedang sibuk ngerjain tugas., Aku nggak kenal lagi. Ada banyak lagi. Ngapain aku nunggu dengan ketidakjelasan lama-lama, sendirian lagi. Akhirnya yaudah deh aku turun ke bawah nyari temen, kesana kemari, ga ada. Disms pun pada pending. Ah yaudahlah udah males kalo kaya gini. Ga jelas banget.
Akhirnya aku pulang, ujan-ujanan. Ngejar kereta. Tapi ternyata ga kekejar. Sebaaaalllll!
Dan ketika aku ketinggalan kereta, salah satu anggota KP tari sms, balas smsku tadi, ternyata ada latihan dan sekarang dia abru mau ke tempat latihan. Hah? Udah jam berapa ini? 16.30 woi, telat banget... Bikin aturan sendiri tapi ga ditepati. Sebaaal.. Selalu gini deh di Indonesia. Aku dapet pelajaran sih dari hal ini, kalau ada jadwal undangan jam 08.00 misalnya, dateng aja jam 09.00. Karena berdasarkan pengalaman selalu gitu. Haha.. dan aku bodoh atau memang tak memerdulilkan hal itu. Bodoh memang. Suatu saat aku ingin menetap di suatu tempat yang sistemnya ontime, ga kaya gini, aku sangat berharap agar aku tidak menyia-nyiakan waktuku lagi.
Sumpah hari itu aku benar-benar menghabiska waktu dengan hal yang ga guna.
Aku tambah frustrasi, aku menyesal sangat menyesal. Aku merasa seperti terkena tusukan di hatiku, sangat tajam.
Aku bodoh, dan terlalu ribet dengan diriku.
Aku punya kebebasan psikologis tapi aku tak bisa memanfaatkannya.
Aku merasa terkekang atas diriku.
Aku benci diriku.
Aku benci diriku karena aku benci diriku.
Lalu bagaimana aku akan merasa bahagia jika kebebasan yang aku miliki saja tak bisa aku manfaatkan?
Sungguh keterlaluan...


Ok, tunggu part III. Ini belum selesai...




Selasa, 26 April 2011

Burnout? Tryin' to Run away?

Yaah, sebenarnya aku melewatkan banyak hal untuk aku tulis. Sayang banget deh rasanya. Aku seolah-olah ga punya waktu untuk berdua aja sama diriku, kaya dulu. Entah untuk apa waktuku. Dibilang sibuk sebenarnya ga juga. Hey, aku masih semester dua. Tugas ya masih belum begitu banyak dan rumitlah... Tapi entahlah karena apa. Sebenarnya aku benci untuk selalu mengatakan entahlah. Terkesan aku tidak mau memikirkannya dan masa bodoh. Tapi, ya mungkin memang gitu kenyataannya. 
Balik lagi deh... Sebenarnya aku pingin banget selalu nulisin sesuatu yang aku alami tentang hidupku setiap saat, tapi selalu gabisa... Khususnya untuk akhir-akhir ini. Dan saat ini aku paksakan untuk bisa melakukan itu, menuliskan sesuatu.
Aku menyesal tidak bisa memanfaatkan waktu yang aku punya dengan baik. Rasanya semua udah aku setting agar efektif. Tapi kenyataannya terlalu banyak permisifnya mungkin diriku, jadi semuanya kacau. Ada suatu hal, yang mungkin adalah penyebab utamanya, tapi aku gabisa ceritain disini. Memang ini tempat sampahku, tapi ini ranah publik juga, aku masih punya privasi. Bodoh juga sebenarnya menjadikan media seperti ini sebagai tempat sampah, tempat curhat pribadi. Tapi yah, aku butuh pelampiasan untuk merasa lega, mungkin ada faktor psikologis, kepuasan, setelah aku menuliskan semuanya disini.
Rasanya aku terkekang sama diriku sendiri. Padahal sebenarnya aku bebas loh... Bebas... tapi diriku yang membuat diriku seperti terikat rantai yang kuat sehingga gabisa bebas.


Bulan ini adalah bulan yang berat rasanya buat aku.
Ternyata ramalan zodiak benar, salah satunya tentang keuangan. Banyak banget pengeluaran tak terduga yang aku keluarin bulan ini. Uuuh.. pusingnyaaa... 
Kebanyakan ikut kegiatan=kebanyakan pengeluaran.
Gabisa yang namanya ikutan kegiatan gratis. Yah, setimpal sih sama hal yang didapet, walaupun ga berupa materi. Ikhlasin aja deh, pasti ada manfaatnya (percaya aja deh gitu biar ga nyesel).
Terus, bulan ini juga bulan yang berat, rasanya makin sesak aja dada aku. Tugas menumpuk, kuis banyak, kegiatan pun banyak. Aaargh.. capek rasanya. Pusiing banget.
Penyakit "batuk-batuk" aku kambuh lagi, tulang belakang aku sering sakit lagi. Frustrasi deh rasanya. Sering ga tenang. Mana masalah dari aspek hidupku yang lain juga muncul, semakin kompleks, lengkap udah penderitaan bulan ini. April yang melelahkan.
Aku rasa aku ga punya kebebasan psikologis atas diriku sendiri (terinspirasi dari mata kuliah Etika).
Untuk memutuskan sesuatu atas diriku sendiri saja aku ribuut banget, ribet juga, pusing, mikir lama, banyak pertimbangan. Padahal sebenarnya bisa dengan mudah tinggal bilang ya atau ga.
Misalnya aja nih, dari 3 minggu yang lalu aku udah berencana buat bolos satu mata kuliah di hari Senin karena bagi aku kelas itu ga efektif, aku selalu ngantuk di kelas. Materinya pun bikin malas ah. Bisa dipelajari sendiri. (Itu sekadar alasan, ga boleh gitu sebenarnya berdasarkan nilai norma dan hati nurani..hehe).
Tapi sampai minggu ini pun aku cuma ngomong aja mau bolos, ga dilakuin. Baik sih di satu sisi tapi di sisi lain aku jadi memandang diriku terlalu menyebalkan., mau bolos aja ribet banget, banyak pertimbangan. Padahal aku sama sekali belum pernah bolos. Gapapalah sekali-kali gunain kesempatan bolos.
Uh, itu cuma satu contoh ya, contoh lain masih banyaak banget. Malas mau nulis malam ini. Besok pagi ada kuis faal pun. Harus belajar.
Ah padahal masih belum tuntas nih ceritanya, belum nyangkut juga sama judul dari tulisannya, Burnout or trying to run away, tapi udah jam seginim musti belajar dulu,
Yaudah deh besok aku lanjut lagi part 2 dari judul yang sama.
April dan Selasa yang melelahkan.
Eitss...
ntar dulu, buat reminder tulisan besok:
today, Selasa ini:
presentasi agama yang agak kacau,
bolos kelas inkemas dan tidur di kosan Yosi, padahal niatnya bolos buat belajar faal karena sorenya harusnya aku ikut latihan nari buat persiapan pentas tanggal 6 Mei (entah jadi atau ga, aku ga yakin, banyak faktor, aku merasa jadi kelompok minoritas dari mayoritas di kelompok itu).
Ga jadi latian nari, padahal udah bela-belain ujan-ujanan dari kosan Yosi ke kampus lagi. Semuanya ga ontime seih, bilanngnya latian jam 4.15 tp baru pada dateng jam 4.30. Apa tuh? ga disiplin, bikin males. Udah gitu udah niaaaat banget padahal. Bayangin donk, kecewa, kesel, sebel, BT, bad mood.
Udah gitu ketinggalan kereta deh jadinya gara-gara kegajelasan itu. Ga enaknya jadi orang yang kurang dianggap.
Naik angkot deeeh, nambah ongkos, nambah capek, macet, keujanan. Ah, males. I hate Tuesday...!
Selalu ga jelas mau ngapain. Emang enakan ga punya rules di otak jadi ga ngerasa kacau begitu ada satu hal yang ga berjalan sesuai rules seharusnya, let it flow gitu aja. Tapi sayang aku bukab tipe orang gitu.
\okay okay, cukup dulu deh...