Jumat, 07 Januari 2011

The Opening Note at the Beginning Year (2)

Argh, menyebalkan. Aku tidak memiliki hasrat dan ide untuk menulis akhir-akhir ini. Sebenarnya bukan tidak punya ide juga, aku punya hanya saja aku tidak tahu bagaimana harus mengeluarkan ide itu. Ada perasaan takut kecewa, takut kalau tulisanku buruk, dan takut. Selalu takut. Aku benci itu sebenarnya. Argh..!

Ada banyak topik dalam otakku untuk aku tulis. Hanya saja ketika aku ingin menuliskannya, berantakan. Semua jadi berantakan. Hal itu membuatku malas untuk menulis. Dan hal yang baru saja terjadi ini (beberapa menit sebelum aku menulis ini) pun menjadi masalah, penghalang untukku menulis. Laptopku tiba-tiba mati, atau koneksi internet tiba-tiba putus. Hal yang telah ku tuliskan hilang begitu saja. Iya aku yang ceroboh. Seharusnya aku menekan tombol save atau save now. Sudahlah, aku tidak ingin menyalahkan diriku lagi. Karena aku selalu menyalahkan diriku.

ah, entahlah apa yanbg aku bicarakan. Sampah..! Aku tak peduli, yang penting aku menulis.
Karena blogku ini berfungsi sebagai salah satu tempat sampahku, jadi biarlah blgku ini berisi sampah-sampahku. Aku akan berusaha tidak peduli dengan reaksi atau tanggapan orang lain tentang ini. Aku tahu, bodoh mungkin mempublish tulisan sampah di blog, apalagi ini bisa diakses siapapun, dibaca siapapun, untuk publik. Tapi biarlah...karena  blog membuatku lega. Aku merasa lega seolah-olah telah membuang sampahku ke laut ketika aku telah menuliskan sampah.
Aku tidak berharap ada seseorang yang membaca blog sampahku ini. Aku hanya ingin mencari media penghilangan sampah yang memenuhi otakku.

The Opening Note at the Beginning Year

Liburan panjang telah tiba. Sudah dari sepekan yang lalu sebenarnya, tapi aku masih disini. Di tempatku yang baru. Enggan sekali rasanya untuk kembali ke tempat itu, tempat yang telah lama sekali aku kenal, tempat yang telah menjadi rumahku selama 17 tahun. Entahlah karena apa.

Tapi, akhirnya karena suatu alasan, yang menurutku tidak terlalu mendesak, bahkan tidak mendesak bagi diriku, aku harus tetap kembali. Lagipula sudah pada umumnya semua orang kembali ke tempatnya ketika libur panjang. Lagipula di tempatku sekarang aku juga tidak memiliki kegiatan apapun, teman pun sudah banyak seklai yang pulang. Argh, tapi malas... Jadi hari ini, kuputuskan pulang. Sudah sejak lama aku menyiapkan mental, perasaan, dan antisipasi tingkah laku apa yang harus aku lakukan ketika nanti aku berada di tempat itu.Berlebihan kedengarannya. Iya, memang. Karena tidak semua orang tahu situasi yang ada dalam otakku yang sebenarnya. Ada suatu ganjalan. Ganjalan yang timbul lumayan lama, tapi tidak mau pergi juga. Aku risih sekali dengan ganjalan ini, tapi aku tak tahu cara mengusirnya. Ganjalan ini merembet ke dalam perasaan, melukai hati. Tertusuk, ketika aku mengingatnya dalam alam sadarku. Selama ini aku hanya berusaha memendam dan menganggapnya tidak ada. Tapi bagaimanapun sesuatu itu tetap menonjol, mengganjal otakku, merembet ke perasaanku, dan menyayatnya.

Selasa, 28 Desember 2010

ROMANTIC RELATIONSHIP

Yang membedakan romantic relationship dengan persahabatan adalah adanya hasrat untuk kepuasan seksual (Kenrick, Neuberg, Cialdini, 2007).
            Romantic relationship memiliki peran yang cukup penting dalam kehidupan remaja. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Teenage Research Unlimited pada tahun 2006, disebutkan bahwa sebagian dari semua remaja mengaku telah menjalin pacaran dan mendekati sepertiga dari semua remaja telah dalam hubungan berpacaran yang serius (Sorensen, 2007). Romantic relationship pada remaja memiliki efek jangka panjang pada self esteem dan pembentukan nilai-nilai personal, hubungan yang mendalam, dan seksualitas (Sorensen, 2007 dalam Barber & Eccles, 2003). Pentingnya romantic relationship pada remaja diantaranya dapat memfasilitasi proses memperoleh pemahaman yang luas mengenai siapa mereka dan apa value mereka. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan interpersonal. Melalui hubungan pacaran, remaja sering memperhalus cara mereka berkomunikasi dan bernegoisasi, meningkatkan empati, dan belajar bagaimana untuk memelihara hubungan yang mendalam dengan seseorang. Perpisahan diantara remaja dan pacarnya dapat memicu stres dan depresi, namun dapat pula membantu remaja untuk meningkatkan resiliendi dan gaya coping yang diperlukan untuk mengendalikan situasi sulit dalam hubungan selanjutnya dalam kehidupan mereka ( Sorensesn, 2007 dalam Barbar & Eccles, 2003). Pacaran juga dapat meningkatkan emotional support. Namun hanya sahabat yang yang memberikan support lebih daripada pacar. Emotional support yang diberikan oleh pacar yang mungkin memiliki arti yang penting hanya untuk para remaja seksual minoritas. Untuk para remaja minoritas seksual, pacar mungkin adalah satu-satunya orang yang memberikan rasa aman dan nyaman untuk berbagi pemikiran dan perasaan mengenai identitas seksual mereka (Sorensen, 2007 dalam Furman, 2002). Jadi pacar lebih memberikan emotional support yang mengarah kepada hal yang bersifat seksual. Sedangkan sahabat tidak, lebih luas cakupannya.
            Dalam kenyataannya, remaja lebih sering melaporkan kekerasan dalam berpacaran daripada kelompok usia lainnya (Sorenses, 2007 dalam National Center for Injury Prevention and Control, 2006).
            Hubungan berpacaran pada remaja memiliki resiko yang besar dalam mengalami kekerasan verbal, emosional, dan fisik dari pasangannya. Mayoritas remaja (61 persen) yang telah berpacaran melaporkan bahwa pasangannya telah membuat mereka merasa buruk dan malu dalam memandang dirinya sendiri. Kemudian, lebih dari 27 persen remaja yang berpacaran mengatakan bahwa mereka sering dipanggil dengan panggilan yang membuat mereka merasa buruk oleh pasangannya. Sedangkan 30 persen remaja yang berpacaran mengatakan bahwa mereka khawatir jika dilukai secara fisik oleh pasangannya dan lima belas persen mengatakan mereka pernah dipukul, ditampar atau “didorong” oleh pasangannya (Sorensen, 2007 dalam Teenange Research Unlimited, 2006).
            Hubungan pacaran memiliki kecenderungan terhadap perlakuan seksual, karena pada dasarnya pacaran itu dilandasi oleh hasrat emosional terhadap kepuasan seksual seseorang. Sebuah signifikan minoritas dari remaja dalam romantic relationship melaporkan merasa tertekan untuk diminta melakukan aktivitas seksual. Satu dari empat remaja melaporkan bahwa melakukan seks sangat diharapkan dan satu dari tiga remaja wanita yang masih berpacaran mengatakan bahwa mereka telah ditekan untuk melakukan seks atau dipaksa melakukan aktivitas seksual ketika mereka tidak ingin melakukannya (Sorensen, 2007 dalam Teenage Research Unlimited, 2006). Sedangkan hubunga seksual dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.
            Romantic relationship menimbulkan emosi yang kuat. Namun, karena hubungan ini melibatkan kontak seksual, mereka yang terlibat dalam hubungan ini rentan terhadap risiko kehamilan dan terkadang korban seksual. Putus dengan pacar merupakan faktor terkuat penyebab depresi dan bunuh diri pada remaja (Papalia, Olds, & Feldman, 2007 dalam Bouchey & Furman, 2003). Yang membedakan hubungan ini dengan persahabatan adalah adanya nafsu dan komitmen.
            Romantic relationship cenderung menjadi kuat dan lebih mendalam selama remaja c dalam Bouchey & Furman, 2003). Pasangan dalam romantic relationship berfungsi sebagai figur cinta, sebagai pelampiasan dalam keadaan susah, sahabat dan teman yang terikat dalam intimacy, kasih sayang, kerjasama yang seimbang, bantuan, kepedulian, dan pemenuhan kebutuhan seksual (Papalia, Olds, & Feldman, 2007 dalam Furman & Wehner, 1997).
            Tujuan utama berpacaran sebenarnya adalah untuk mencari pasangan untuk menemani kehidupan seseorang di masa mendatang. Namun pada remaja orientasi berpacaran belum mengarah kepada hal tersebut. Berpacaran pada remaja lebih mengarah kepada rekreasi, mencari kesenangan dan bersenang-senang, mencari status agar dianggap keren oleh orang lain, merupakan bagian proses sosialisai pada remaja yang dapat membantu mereka belajar untuk berada di dekat seseorang dan membantu dalam mempelajari tata cara bergaul. (Santrock, 1990).
            Dalam berpacaran, penampilan fisik yang menarik menjadi salah satu hal yang penting. Selain itu, kemiripan dan seksualitas juga menjadi unsur yang harus ada dalam berpacaran. Dalam suatu penelitian mengenai self monitoring, 39 orang pria yang masih berada di perguruan tinggi, ketika mereka ditanya mengenai karakteristik yang paling penting yang harus ada dalam kencan orang berpacaran, kebanyakan dari mereka mengatakan mengenai daya pikat fisik. Kemudian dalam penelitian kedua, beberapa orang mahasiswa diberikan informasi mengenai dua orang wanita, yang pertama bernama X, dengan karakter fisik yang tidak menarik tapi sangat ramah dan baik. Satu orang lagi bernama Y, secara fisik sangat menarik, tidak ramah, moody, dan lebih tertarik dengan dirinya sendiri daripada kepada orang lain. Pria dengan self monitoring yang tinggi lebih memilih Y untuk diajak kencan dan mungkin berlanjut pada hubungan yang lebih serius (berpacaran) (Santrock, 1990 dalam Snyder, Berscheid, & Glick, 1985).
            Sahabat dan pacar memiliki aspek yang hampir sama, diantaranya sebagai sumber dukunagn, companionship, dan  intimacy. interaksi positif seperti companionship dan dukungan, dengan pasangan memberikan sebuah sumber penting dari dukungan emosional, dengan demikian berkontribusi terhadap kesehatan mental remaja dan meminimalkan rasa kekhawatiran.
            Sebaliknya, interaksi yang negatif, seperti kritik, konflik, dan tekanan dapat membuat perasaan remaja menjadi stres dan khawatir. Romantic partner (pacar) menimbulkan perasaan malu dan kesadaran diri (La Grca & Mackey, 2007 dalam Connolly, Ben-Knaz, Goldberg, & Craig, 1996). Romantic partner didefinisikan sebagai seseorang yang secara fisik membuat kamu tertarik dan memiliki kedekatan kontak, misalnya, berpegangan tangan, mencium, dsb., yang kamu anggap lebih dari seorang teman dan kamu ajak berkencan (La Greca & Mackey, 2007). Efek jangka panjang dari ketidakbaikan hubungan dalam romantic relationship yaitu memberikan bayangan gelap terhadap paradigma remaja mengenai hubungan sejenis itu di masa tuanya nanti.


jadi menurut kalian pacaran itu menguntungkan atau merugikan?
subjektif banget memang.
maaf lagi, blom gue edit, karena males. hehe
sumber esai buat tugas akhirku.


Referensi:
Kenrick, D.T., Neuberg, S.L., Cialdini, R.B., (2007). Affiliation and Friendship, Social Psychology Goals in Interaction (4th edition) (pp. 224-238). USA:  Pearson.
Kenrick, D.T., Neuberg, S.L., Cialdini, R.B., (2007). Love and Romantic Relationship, Social Psychology Goals in Interaction (4th edition) (pp.259-260). USA:  Pearson.
La Greca, A.M., Mackey, E.R. (2004). Adolescents’ Anxiety in Dating Situations: The Role of Other-Sex Friends, Close Friends, and Romantic Partners. Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology (pp. 3-19). Retrieved 2007, from http://www.psy.miami.edu/faculty/alagreca/lagreca_mackey_2007.pdf.
Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2007). Psychosocial Development in Adolescent, Human Development (10th edition ) (pp. 459-460). New York:  McGraw Hill Int. Edition.
Ponti, L., Guarnieri, S., Smorti, A., Tani, F. (February 11, 2010). A Measure for the Study of Friendship and Romantic Relationship Quality from Adolescence to Early-Adulthood. The Open Psychology Journal, 3(76-87). Retrieved March 27, 2010, from https://www.bentham.org/open/topsyj/articles/V003/76TOPSYJ.pdf.
Santrock, J.W. (1990). The Context of Adolescent Development, Adolescent (4th edition) (pp. 261, 272, 277, 278). USA:  Wm. C. Brown Publisher.
Sorensen, Sarah. (July 2007). Adolescent Romantic Relationship. ACT for Youth Center of Exellence, Research Facts and Findings, 1(1-4). Retrieved July, 2007, from http://www.actforyouth.net/documents/AdolescentRomanticRelationships_July07.pdf.

FRIENDSHIP


            Sahabat, menurut kamus Webster adalah seseorang yang bukan keluarganya maupun kekasih seseorang, namun terdapat kasih sayang dan perhatian diantara keduanya (Kenrick, Neuberg, Cialdini, 2007). Hubungan percintaan melibatkan perasaan romantis maupun seksual dan pernikahan melibatkan hukum yang legal dan hak yang eksklusif. Persahabaatan, kebalikannya, tidak melibatkan semua itu  (Kenrick, Neuberg, Cialdini, 2007 dalam Rawlins, 1992). Kemiripan yang ada dalam persahabatan diantaranya pandangan, umur, pemikiran, minat, kebiasaan. Sahabat bisa mengurangi perasaan kesepian (Kenrick, Neuberg, Cialdini, 2007).
Seorang sahabat dapat menyediakan sumber dukungan emosional dan dengan memberikan saran tentang bagaimana mengendalikan situasi baru atau situasi yang membingungkan yang timbul dengan pacar mereka. Sahabat juga dapat mengurangi kekhawatiran seseorang dengan menyediakan waktu untuk dihabiskan bersama ketika dalam situasi yang kurang menyenangkan maupun yang menyenangkan. Namun interaksi negatif dengan sahabat, seperti tekanan, kritik, dan ketertutupan, dapat menyebabkan perasaan yang tidak nyaman atau distres dan dapat berkontribusi terhadap anggapan negatif pada situasi-situasi sosial yang lain, termasuk pacaran dan situasi heterososial (La Greca & Mackey, 2007 dalam Brown 1999).
            Hubungan persahabatan secara signifikan memajukan kemandirian, self-esteem, identitas, dan perkembangan kognitif sosial. Persahabatan juga memengaruhi keseluruhan penyesuaian diri dan individual well-being. Sahabat dianggap sebagai sumber utama dari bimbingan, pembentukan opini, dan dukungan sosial. Selanjutnya, intimacy, kebersamaan, dan keterbukaan dengan sahabat mencapai puncaknya selama masa perkembangan ini. Aspek positif yang ada pada persahabatan diantaranya adanya kehangatan dalam hubungan tersebut, dukungan, dan pertukaran hal-hal positif. Namun ada juga aspek negatif yang ada di dalam hubungan persahabatan, seperti konflik dan persaingan. Ada lima dimensi yang fundamental yang memiliki arti terhadap kualitas dalam persahabatan, yaitu, companionship, konflik, bantuan, keamanan, dan kedekatan.
            Companionship adalah banyaknya waktu yang seseorang habiskan dengan sahabatnya secara sukarela. Konflik yaitu frekuensi ketidaksetujuan terhadap suatu hal. Bantuan, yang terdiri dari dua subkomponen, pertama, bantuan kebersamaan, dan yang kedua proteksi terhadap ketidakadilan dan tekanan dari pihak lain di luar hubungan persahabatan seseorang. Keamanan, termasuk di dalamnya adalah reliability, yaitu kepercayaan terhadap sahabat bahwa dia bisa dipercaya, dan ability untuk menyelesaikan masalah, yang mengandung kepercayaan bahwa persahabatan adalah sebuah ikatan kuat yang dapat berlanjut meskipun ada masalah atau konflik di dalam hubungan itu. Yang terakhir, kedekatan, meliputi aspek yang berhubungan dengan kekuatan dari hubungan emosional dan kasih sayang terhadap sahabat (Ponti, Guarnieri, Smorti, and Tani, 2010).
            Mengapa persahabatan pada remaja itu penting? Persahabatan menyediakan enam fungsi penting, yaitu, companionship, stimulasi, pshysical support, ego support, social comparison, dan intimacy/affection.
            Companionship persahabatan membuat remaja memiliki kedekatan dengan rekan yang familiar, seseorang yang memiliki keinginan untuk menghabiskan waktu bersama dengan mereka dan ikut bekerja sama dalam beberapa kegiatan yang mereka sukai. Stimulasi, persahabatan memberikan remaja informasi yang menarik, menyenangkan, dan bersifat menghibur. Physical support, persahabatan memberikan waktu, sumber, dan pertolongan. Ego support, memberikan harapan terhadap dukungan, pengorbanan semangat, dan umpan balik yang membantu remaja mempertahankan kesan dari dirinya sebagai orang yang kompeten, menarik, dan individu yang berguna. Social comparison, memberikan remaja informasi tentang dimana remaja berdiri diantara yang lain dan meyakinkan bahwa yang mereka lakukan adalah yang terbaik. Intimacy/affection, memberikan kehangatan, kedekatan, kepercayaan terhadap hubungannya dengan orang lain, dan melibatkan keterbukaan.
            Intimacy dalam hubungan persahabatan didefinisikan sebagai keterbukaan atau berbagi mengenai pemikiran yang bersifat privat. Intimacy adalah hal yang penting dalam persahabatan (Santrock, 1990 dalam Berndt & Perry, 1990). Ketika remaja ditanya mengenai bagaimana mereka menganggap seseorang sebagai sahabaat, mereka kebanyakan menjawab bahwa sahabat adalah orang yang akan berbagi masalah dengan mereka, mengerti mereka, dan mendengarkan apapun yang mereka katakan mengenai pikiran atau perasaannya.
            Remaja menganggap kesetiaan sebagai hal yang kritis dalam persahabatan. (Santrock, 1990).
            Sahabat pada remaja adalah orang yang memiliki beberapa kesamaan. Sahabat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk perilaku yang penuh resiko dan bermasalah. Intimacy yang meningkat pada remaja mencerminkan perkembangan kognitif seperti perkembangan emosi. Mereka menjadi lebih mampu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan pribadinya, mereka juga lebih mudah untuk menyadari memahami pemikiran dan perasaan sahabatnya. Persahabatan memberikan tempat yang aman untuk mengajukan opini, mengakui kelemahan, dan bantuan terhadap masalah (Papalia, Olds, & Feldman, 2007 dalam Buhrmester, 1996). Hubungan persahabatan yang positif memberikan dampak positif pula terhadap beberapa aspek kehidupan remaja, seperti prestasi di sekolah, perilaku positif, hubungan baik dengan orang tua, kepercayaan diri, dan suka bergaul.


MAAF MASIH BERANTAKAN.. BELUM DIEDIT LAGI.
ITU ADALAH SUMBER BUAT ESAI TUGAS AKHIRKU.
:)
Referensi:
Kenrick, D.T., Neuberg, S.L., Cialdini, R.B., (2007). Affiliation and Friendship, Social Psychology Goals in Interaction (4th edition) (pp. 224-238). USA:  Pearson.

Kenrick, D.T., Neuberg, S.L., Cialdini, R.B., (2007). Love and Romantic Relationship, Social Psychology Goals in Interaction (4th edition) (pp.259-260). USA:  Pearson.
La Greca, A.M., Mackey, E.R. (2004). Adolescents’ Anxiety in Dating Situations: The Role of Other-Sex Friends, Close Friends, and Romantic Partners. Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology (pp. 3-19). Retrieved 2007, from http://www.psy.miami.edu/faculty/alagreca/lagreca_mackey_2007.pdf.
Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2007). Psychosocial Development in Adolescent, Human Development (10th edition ) (pp. 459-460). New York:  McGraw Hill Int. Edition.
Ponti, L., Guarnieri, S., Smorti, A., Tani, F. (February 11, 2010). A Measure for the Study of Friendship and Romantic Relationship Quality from Adolescence to Early-Adulthood. The Open Psychology Journal, 3(76-87). Retrieved March 27, 2010, from https://www.bentham.org/open/topsyj/articles/V003/76TOPSYJ.pdf.
Santrock, J.W. (1990). The Context of Adolescent Development, Adolescent (4th edition) (pp. 261, 272, 277, 278). USA:  Wm. C. Brown Publisher.
Sorensen, Sarah. (July 2007). Adolescent Romantic Relationship. ACT for Youth Center of Exellence, Research Facts and Findings, 1(1-4). Retrieved July, 2007, from http://www.actforyouth.net/documents/AdolescentRomanticRelationships_July07.pdf.

Senin, 20 Desember 2010

You are my Sunshine After The Rain (bestfriend, friendship)

Alexander-Sunshine After the Rain

Sunshine - Good times
I know - you'll be fine

Woke up this morning
another brand new start
That' s our life
I jumped with every beat of my heart
When you came over
I could see something was wrong
It really isn't worth that you
just get to keep moving alone

You know that – I always be there

I'll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
you know that I'm never far away
Sunshine after the rain
Together 'til the end
Whenever you're in need of a friend
or a shoulder to cry on
someone there to rely on
I'll be your sunshine after the rain
It's the one thing I won't change

We know each other
Since I don't know how long
As long as I remember
You were always there
Singing along
There have been some good times
And it's even been some sad
But we always somehow managed
To get something good
Out of the bad

Remember – I'll always be there

I'll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
You know that I'm never far away
Sunshine after the rain
Together 'til the end
Whenever you're in need of a friend
or a shoulder to cry on
someone there to rely on
I'll be your sunshine after the rain
I'll be your sunshine after the rain
It's the one thing I won't change

Some say that friends
will come and go
but this thing we have
will always grow
It's this one of these things
You know

Sunshine – Good Times
I know – we'll be fine
Sunshine – Good Times
I know – we'll be fine

I'll be your sunshine after the rain
When the sky is turning grey
You know that I'm never far away
Sunshine after the rain
Together 'til the end
Whenever you're in need of a friend
or a shoulder to cry on
someone there to rely on
I'll be your sunshine after the rain
It's the one thing I won't change


sangat menyentuh untuk aku dengar terus setiap aku merasa kesepian, sedih, dan ingat masa lalu saat kita akrab dan sering bermain bersama.
Selamanya, kalian pernah jadi sunshine after the rainku.
Meskpipun sekarang tidak atau mungkin nanti tidak lagi karena kalian mungkin tak akan menganggapku selalu menjadi hal yang penting karena kalian pasti punya seseorang yang lain yang lebih penitng nantinya, yang bisa menjadi peranku pula dalam kehidupan kalian.
Terima kasih, setidaknya sunshine itu masih sangat membekas.

Kutipan favoritku:
Loneliness adalah hal yang paling menyakitkan bagi manusia
(Harry Stack Sullivan)
Tokoh Psikoanalisis dalam Psikologi.

"I WILL BE YOUR FRIEND"

"I Will Be Your Friend"
-Coco Lee-

When every moment gets too hard
The end of the road can feel so far
No matter how much time we'll part
I'm always near you
I'll be the shelter in your rain
Help you find your smile again
I'll make you laugh if you have a broken heart
Wherever you are


[Chorus:]
Cuz I'm never gonna walk away
If the walls come down some day
All along when you feel the pain
I'll be there when you call my name
You can always depend on me
I believe until forever ends
I will be your friend

[Verse 2:]
So many people come and go
Nothing can change the you I know
You'll never be just a face in the crowd
And time will show
Through the seasons and the years
I will always hold you dear
Never you fear

Cuz I'm never gonna walk away
If the walls come down some day
All along when you feel the pain
I'll be there when you call my name
You can always depend on me
I believe until forever ends
I will be your friend

[Bridge:]
I'll be around when every candle burns down low
And I want you to know...

Cuz I'm never gonna walk away
If the walls come down some day
All along when you feel the pain
I'll be there when you call my name
You can always depend on me
I believe until forever ends
I will be your friend



Thanks for you, who had given this song for me.
Actually this song is dedicated for myself and also for everyone who had regarded me as their friend.
Myself, you'll never alone. I am here, with you till the end of time.