Rabu, 29 Juni 2011

Pemalas

Udah hampir sebulan aku ngabisin waktu liburan dengan hanya bermalas-malasan ga jelas. Ga melakukan sesuatu yang bermanfaat. Di satu sisi aku nyesel banget karena waktu itu ga akan pernah kembali. Di sisi lain ini kesempatan untuk bersantai jadi aku pikir aku harus menikmati waktu yang ada sebebas  yang aku mau.

Tapi... hati kecilku ga tenang banget. Aku pingin melakukan sesuatu yang bermanfaat, apapun itu. Tapi apa? Rencana sih udah ada, tapi kacau balau semuanya. Sumpah kacauuu banget. Bahkan dari rencana yang seabrek ga satupun yang berjalan, damn!

I have no friends here! No one. I am alone. Lonely. Hate it!
Pingin jalan, tapi kemanaaa? Ga ada temennya, ga rame banget! Malees.
Ourrrgh... Bosan bosan bosan. Hanya jadi pemalas.

Jumat, 24 Juni 2011

I'm jealous

Akhirnya aku merasakan sakitnya cemburu sama seorang cowok yang sesungguhnya, meskipun sampai sekarang dia belum berwujud nyata.
Sakit. Menusuk. Sumpah, sakiiit...
Rasanya uring2an ga jelas, pingin marah sama dia udah janji ga akan marah karena dia udah jujur.
Pingin marah sama anaknya yang ga bisa menghargai perasaanku, cuma nurutin perasaan dia, gabisa, ga dikasih tau no dia.
Jadi harus marah sama siapa? Kesel sama diri sendiri?
Rugiii bgtt.
Perasaan emang rumit dan melelahkan.
Aku benar2 terluka karena cemburu.
tuhan, kenapa kau ciptakan perasaan ini?
Sejujurnya aku tidak menginginkan memiliki perasaan ini karena ini menyiksa diriku!
Aku membenci wanita itu! Dia pikir aku tak punya perasaan? Hanya dia yang punya? Ok kalo emang dia suka, sayang, cinta tapi orang itu udah punya komitmen sama orang lain, harusnya dia tau ga terlalu ngotot.
Ga punya harga diri? Seperti wanita murahan aja yang gabisa cari cowok lain!
Keseeeeel!

Kamis, 23 Juni 2011

Kenapa Selalu Takut?

Putus.
Kenapa aku selalu takut dengan kata-kata itu.
Aku benar-benar ketakutan setengah mati ketika kata itu telah keluar dari tangannya, menjelma menjadi tulisan yang dikirimkan kepadaku.
Meski hubungan kami sekadar melalui cyberspace dan berupa cyberlove dan telah merambah kepada satu jenis cyber lagi, tetapi emosi diantara kami begitu dalam dan nyata, real!
Aku tak sanggup kehialangan dia, meski sampai saat inipun aku belum mengerti wujud aslinya.
Tetapi aku sungguh telah berharap banyak dari dirinya. Dia telah membuatku mengharapkannya terlalu jauh.
Perasaan ini sungguh menyiksaku. Aku benar-benar merasa terjerat dan tak lagi bebas. Meski semua belum terlihat nyata, tapi aku menginginkannya menjadi kenyataan suatu saat. Aku akan menjadikannya offline.

Tiap kali bertengkar dan mengalami konflik dengannya aku merasa sangat berantakan dan kacau.
Aku sungguh takut kehilangan dirinya. Dia telah masuk terlalu dalam di hatiku. Bahkan aku bisa merasakan emosi-emosi sesungguhnya dari hubungan cyber kami ini. Aku benar-benar jatuh dalam dunianya.

Aku takut kalau hubungan ini harus berakhir. Aku selalu merasa gila jika memikirkan hal itu.



Rabu, 22 Juni 2011

Konflik perasaan itu menyakitkan. Menguras tenaga dan pikiran.
Melelahkan.

Senin, 20 Juni 2011

I am

Semua keadaanku sekarang karena diriku.
Life is choice and my choice at this time is to be a sad girl.
Keadaanku adalah aku yang menciptakannya.
Jangan salahkan orang lain.

Open Ur Eyes

Aku merasa kurang bahagia dibanding orang lain.
Ku rasa aku harus membuka mata lebih lebar agar bisa melihat lebih luas bahwa sesungguhnya hidupku jauh lebih bahagia dibanding ribuan orang yang malang.

Things That I Want

Wanna fly so high to the sky. Touch the clouds. Fly with the winds. So freely.
I also wanna burried underground. Burried deeply till I can't see anything. Just dark place.
I wanna feel happy.
I wanna feel I am special for myself and for everyone around me.