Kamis, 12 Mei 2011

Happy 18th Birthday... (12 Mei 1993-12 Mei 2011)

HAPPY BIRTHDAY
 

12 Mei 1993-12 Mei 2011 = 18 tahun.

Hari ini, Kamis, 12 Mei 2011 adalah hari yang paling istimewa bagiku (seharusnya).

Karena di hari ini aku memeringati tanggal dan bulan kelahiranku, untuk ke 18 kalinya.

Entah kenapa tiap kali aku melihat pada angka 12 di bulan ini aku merasa sangat bahagia dan mengatakan dalam hati bahwa ini adalah hari spesialku. Hari yang berharga dalam hidupku. Sangat istimewa. Aku menyukainya, 12 Mei.



Tak terasa aku telah melewati masa usia manisku, usia 17 tahunku. Yah hari ini akhirnya angka itu harus kulalui. Itu artinya aku bertambah usia dan berkurang waktu untuk menghirup dan mengembuskan nafas di dunia ini.

Banyaaaak sekali hal yang udah aku lalui selama ini, selama 18 tahun dalam hidupku. Sedih, senang, haru, kecewa, marah, kesal, terancam, frustrasi, depresi, dan lain-lainnya... Nano-nano banget deh hidupku ini.

Aku sangat-sangat bersyukur masih diberi anugerah untuk menikmati indah dan luasnya dunia-Nya yang penuh keajaiban dan keistimewaan.

Tuhan, terima kasih banyak atas segala hal yang telah Kau karuniakan kepadaku selama ini. Selama setahun setelah ulang tahunku yang ke 17.

Aku melewati banyak hal dalam setahun terakhir ini. Termasuk menghadapi suatu masalah yang belum pernah aku sangka akan kudapatkan. Masalah yang sangat rumit, bagiku, entah kalau bagi orang lain yang mengalami masalah ini.

Meskipun baru Mei ke 18, tapi bagiku ini adalah perjalanan yang cukup panjang untukku.

Daaan, yang paling istimewa, aneh, dan agak tidak masuk akal adalah di usiaku yang ke 18 ini akhirnya aku memiliki seorang pacar!

Pacar… yaa.. pacar. Begitulah. Entah bagaimana aku harus menceritakannya karena kisahku tentang hal ini terlalu rumit, memusingkan, berputar-putar tanpa arah membentuk benang kusut yang semakin lama semakin kusut dan entah sampai kapan akan kutemukan ujungnya hingga aku bisa menelusuri kekusutannya dan mengurainya, kemudian aku ingin mengemasnya lagi dengan rapi…Menggulungnya dengan indah dan cermat.

Oke skip aja dulu bagian itu...

Meski di ulang tahunku yang ke 18 ini ga ada kue taart yang indah, enak, dan mahal (bahkan memang ga ada sama sekali), atau kejutan-kejutan meriah dari semua orang, tapi aku tetap merasa bahagia dan menganggap hari ini hari sakral dan istimewa bagiku. Namun aku sedih, karena hari ini hanya satu hari dan akan berlalu, pergi dan aku bersiap menyambut hari ini di tahun yang berikutnya.

Entah senang atau malah sedih nih karena usiaku bertambah, rasanya kadang aku ingin kembali lagi dan berhenti di usia 5 tahun untuk selamanya, tapi di sisi lain aku ingin melanjutkan hidupku, merasakan menjadi seorang wanita dewasa. Tapi aku takut dan membenci menjadi dewasa, terkadang. Karena kehidupan orang dewasa itu rumit. Sangat rumit.



Dan ga ada pula lilin-lilin kecil yang indah di hari ini. Tapi aku tetap menganggap hari ini istimewa. Perasaanku selalu menggebu ketika aku melihat tulisan 12 Mei ataupun 12 Mei 2011. Oia hari ini bertepatan dengan hari kelahirannya Florence Nictingale (entah bener atau salah nulisnya). Aku senang dilahirkan di hari yang sama dengan seorang wanita yang hebat, seorang perawat yang berjiwa sosial besar... Semoga aku bisa juga seperti dia sehingga bisa mencetak tanggal 12 Mei sebagai hari yang istimewa untuk dunia (amiin). Haha. Terlalu muluk, tapi aku berharap bisa mewujudkan mimpi abstrakku itu. Semoga...
Oia, dan hari ini bertepatan juga dengan hari presentasi Mapres di PTN tempatku berkuliah. Waw, hari yang istimewa pula bagi mereka, para mapres fakultas yang bertanding... Senangnyaaa banyak orang yang bergembira di hari istimewaku ini...

mmmm...

T.T

Sebenarnya aku masih ingin menulis banyak, tapi aku harus pulang sekarang (karena nulisnya ini di kampus, maklum, tempat yang ada hotspotnya karena di rumah lagi ga ada akses internet) mengejar kereta.. (haha. cape kali ngejar kereta).
Hmmm.. intinya udah deh sampai sini dulu luapan emosiku di hari kelahiranku

Sekali lagi, Happy 18th Birthday...
:)




walaupun ga ada kado berupa materi tapi aku mendapat banyak kado berupa doa dan harapan bahagia dan harapan baik untuk hidupku, terima kasih semuaaa...



Selasa, 10 Mei 2011

Strange and Freak Feeling

Ketika seseorang itu mendekat aku justru merasa ketakutan dan berharap dia tak akan pernah mengunjungiku saja.
Aku membencinya...
Aku merindukannya tapi aku tak menyukai kedatangannya.
Ah entahlah. Aku merasakan suatu perasaan yang aneh, yang mengganjal.

....

Rasanya selalu sulit untuk mengekspresikan sesuatu yang ada di otakku dan perasaan-perasaan yang aku pendam mengenai sesuatu dalam aspek kehidupanku ke dalam tulisan. Enggan dan malas. Payah.
Sebenarnya aku membencinya. Ketika aku memiliki berbagai hal dalam pikiranku, aku selalu menunda untuk menuangkannya ke dalam coretan-coretan tanganku.
Akhirnya mereka bersembunyi di tumpukan-tumpukan pikiranku, bercampur dengan sampah maupun hal berharga lainnya di sana. Kacau sekali rasanya struktur penyimpanan dalam otakku. Menyebalkan.

Selasa, 03 Mei 2011

I Wanna Cry

Aku hanya ingin meneteskan air mata saat ini.

http://www.robinolsen.com/images/oil/tears2%202001.jpg

Tanpa tahu jelas apa yang membuatku merasa ingin menangis.


Senin, 02 Mei 2011

Aku Rasa Aku Membencinya

Entahlah karena goncangan apa hingga kenyataan yang aku hadapi sekarang benar2 berubah hampir 180 derajat.
Sulit sekali ternyata menghadapi kenyataan yang belum pernah terbayang selama ini. Ini jauh di luar dugaanku! Benar2 jauh...
Dan inipun telah mengacaukan setting awal otakku untuk hidupku.
Aku sekarang merasa tak berdaya dan kehilangan arah serta keyakinan atas keyakinanku dulu. Karena dia... Ya semua karena kehadirannya. Entah aku harus bersyukur atau mengeluh padaMu Tuhan...
Aku tak menginginkannya di satu sisi karena aku tak siap dengan kenyataan seperti ini, jauh di luar pemikiranku dan bahkan ini sangat berseberangan dengan pemikiranku dulu. Aku tak tahu, dan hanya bisa membiarkan semua ini mengalir, menuju hulu, dan bebas terjun ke muara, berhenti dan memulai siklus awal lagi.
Tapi untuk saat ini aku merasa sangat kacau dan tergoncang Tuhan. Ini jauh dari kenyataan yang kupikirkan. Ini seperti dalam dunia mimpi. Aku mungkin terlalu lelap tertidur hingga sulit untuk bangun dan mengakhiri mimpi ini.
Tuhan, aku mohon petunjuk dan kuasaMu atas semua ini, atas hidupku. Aku ingin kembali ke dalam dunia nyataku yang dulu. Dalam pemikiran teguhku dulu, yang kini telah tergoncang. Karena aku merasa tak sanggup untuk ini. Aku sangat takut Tuhan. Sangat takut. Aku lebih memilihMu dan akan memilihMu daripada dia dan semua bayangan abstrak itu.

Masih Bisakah...?

Entah masih bisakah aku merasakan hal seperti ini dalam hidupku bersama mereka.
Di satu sisi aku merasa beruntung karena merasakan hangatnya suasana seperti ini meski dalam lingkup kehidupanku bersama orang lain bukan dengan mereka.
Suasana yang berbeda dengan yang pernah aku alami dan rasakan.
Dalam hidupku selama ini aku TIDAK PERNAH sama sekali merasakan suasana hangat penuh keharmonisan (meskipun mungkin ini pun palsu) seperti saat ini.
Walaupun mungkin kebahagiaan pada momen ini pun tidak sepenuhnya asli. Penuh kepalsuan antara tokoh-tokohnya. Setidaknya ini menjadi kenangan selama hidup bagi masing-masing tokoh ini. Termasuk aku, karena aku pun telah terlibat dalam suasana emosional ini.
Benar-benar akrab, hangat, dan bahagia, setidaknya begitulah terlihatnya dari luar. Dan aku pun ikut menikmatinya, sesuatu yang belum pernah aku rasakan dan alami dalam hidupku bersama mereka. Dan jujur aku sangat mengharapkannya terjadi. Namun, masih bisakah..? Sulit sepertinya untuk mewujudkannya menjadi kenyataan kecuali ada keajaiban mengubah dirinya dan dirinya dan dirinya menjadi karakter lain.




Di sisi lain aku merasa sedih dan kecewa.
Aku tak kan pernah mengalaminya bersama mereka. Bahkan mungkin bagi mereka hal seperti ini bukanlah hal penting. Dan bagi dirinya hal seperti ini adalah sesuatu yang sia-sia dan sangat dibencinya. Dia pasti akan mengumpat untuk melakukan hal seperti ini. Namun aku sangat-sangat yakin bahwa dia akan sangat senang jika ada orang lain yang mengajaknya. Begitulah mental karakter yang terlalu munafik.
Aku membencinya namun aku rasa aku tak sanggup untuk membencinya karena bagaimanapun dia adalah tokoh yang berperan dalam hidupku.


 Tuhan, aku benar-benar menginginkan jawaban ini, masih bisakah aku mendapatkan suasana seperti ini bersama mereka, orang-orang terdekatku?


Dan terima kasih untuk kehangatan, keakraban, serta kebahagian yang telah kalian--orang lain dalam hidupku-- izinkan untuk aku rasakan.

Minggu, 01 Mei 2011

Impossible...


Ketika itu, ketika aku melihatnya berjalan berdampingan dengan seseorang itu...
Aku merasa iri. Entah kenapa... Seharusnya aku tak pantas merasa iri. Bukankah Tuhan telah menganugerahkan segalanya dengan penuh keadilan dan sesuai dengan takaran untuk masing-masing hambaNya?
Tapi aku hanya manusia yang sering khilaf.
Dan aku manusia yang lemah dan mudah tergoda. Tergoda untuk mengingkari ajaranNya. Kuakui itu.
Aku iri karena aku rasa aku tak memiliki sosok seperti seseoran yang dia miliki.
Aku iri karena aku kini merasa sangat jauh dengan dirinya, figur yang memiliki peran yang sama dalam hidupku.
Aku iri, padahal jarak geografisku lebih dekat dengan seseorang itu daripada dia dengan seseorang miliknya itu.
Tapi dia begitu dekat dengan dia. Padahal jarak geografis dia dengan seseorang miliknya itu lebih jauh beberapa kali lipat dari jauhnya aku dengan seseorang milikku.




Iya memang berbeda.
Dan ini adil, seharusnya...
Tapi entah kenapa aku merasa ga adil. Karena aku sangat menginginkan figur dengan sosok seperti seseorang miliknya itu atau sejenisnya. Tapi aku tak memilikinya.
Namun seharusnya aku tetap mensyukuri anugerah dariNya atas seseorang yang aku miliki ini. Karena bagaimanapun dia adalah orang yang istimewa untukku. Dia pun luar biasa. Dia sangat luar biasa. Bahkan hingga saat ini pun aku bisa disini sekarang karena dia pula.
Tapi entah kenapa aku masih tetap menuntut yang lebih atas dirinya. Aku benar-benar tidak mensyukuri telah memilikinya. Aku benar-benar jahat dan buruk...
Aku ingin memiliki figur dia dengan sosok yang "kalem", lembut dan pengertian walau sebenarnya dia adalah orang yang lembut dan pengertian. Namun aku menuntut aku ingin lebih. Aku ingin dia seperti figur dia yang lain, yang orang lain miliki.
Berwawasan lebih dari aku. Bisa menjadi sandaranku setiap waktu. Bisa memberiku bimbingan sampai aku tua nanti, bukan hanya ketika aku masih kecil. Bisa mengajakku ke tempat-tempat yang indah yang belum aku tahu. Bisa memberitahuku banyak hal tentang hidup. Bisa membuatku merasa tenang karena kehadirannya. Bisa memberikan waktunya sepenuhnya untukku. Bisa mengerti setiap dunia dan permasalahanku. Bisa saling berbagi denganku. Tidak membuatku merasa muram. Bisa terlihat lebih dewasa dan kalem dariku. Bisa membuatku merasa bangga memilikinya. Bisa membuatku terus merindukannya. Bisa membuatku merasa tak ingin kehilangan dia. Bisa membuatku percaya dia akan baik-baik saja. Benar-benar baik. Bisa memberiku contoh yang baik dan benar. Bisa memberiku sesuatu yang ku inginkan. Bisa membelikanku sesuatu yang aku perlukan namun aku tak tahu kalau aku memerlukannya.



Aaarggh..!
Aku tahu aku terlalu banyak menuntut atas dirinya. Padahal dia sebenarnya telah menjadi sosok yang luar biasa dalam hidupku. Tanpanya pun aku tak tahu akan bagaimana. Namun tak terpungkiri aku membutuhkan dia untuk bisa mengubah beberapa hal dalam dirinya saat ini yang aku anggap sebagai hal yang seharusnya tidak dia lakukan dan miliki. Jujur terkadang aku merasa kesal dan lebih baik tak mendengar kabar tentangnya beberapa saat. Lagipula dia punya orang lain yang lebih perhatian dari aku, lebih pengertian dariku, lebih bisa membuatnya tenang dan tertawa, bisa membuatnya bersemangat menghadapi hidupnya, bisa mendengar kabar dari suaranya setiap hari. Meski dia tidak memiliki ikatan apapun, hanya mungkin ikatan emosional. Jujur aku cemburu dengan itu. Tapi aku pun bersyukur karena aku tak bisa seperti itu dan aku tahu dia membutuhkan seseorang yang seperti itu, jadi aku bersyukur karena dia tak merasa sangat tertekan atas hal yang mungkin dia tuntut dariku.
Namun aku semakin kehilangan sosoknya, selain karena jarak tapi karena perasaan itu juga...

Aku menangis aku menginginkan dia seperti itu.
Aku merasa sangat kesepian...

And Finally, aku rasa semua hal yang aku tuntut untuknya itu udah Impossible buat terwujud.
Keadaan terberinya adalah seperti ini jadi aku harus tetap mensyukurinya. Dan aku harus berprinsip, semua orang bahagia dengan anugerah masing-masing dariNya. Selalu ada yang SPECIAL dari tiap anugerahNya.
Dia adalah milikku dan ini adalah hidupku dan aku memang seharusnya seperti ini.

Actually I really MISS U so damn much. Kangen dan rindu denganmu di masa itu, merindukan sosokmu yang dulu yang lebih bahagia dan bersemangat.
Tapi impossible untuk kembali kesana karena tidak ada Doraemon di dunia nyataku.