Sabtu, 19 Mei 2012

Oke setelah berhasil konek dengan internet, membuka blog, lalu sekarang aku bingung akan menuliskan apa. Padahal tadi banyaaak banget uneg-uneg pikiran yang pingin aku tulisin di blog ini. Hah Tuhaaaaan. Rasanya beban banget ketika masih nyimpe uneg-uneg itu. Karena keluh kesah yang disimpan ibarat sampah yang ditimbun. Makin lama makin membusuk, berat lagi. Danger intinya.

Oke i'll keep trying.

Tinggal numpang di tempat saudara itu rasanyaaa... Mmmm.. ada enak ga enaknya sih, pastilah ya.
Saudara aku tuh sebenarnya baik-baik banget. Mereka ga pelit. Lumayan perhatian. Tapi wajarlah ya, namanya manusia, selalu punya kekurangan. Mungkin karena kejadian waktu itu, yang menurut aku cukup traumatis buat aku sendiri jadi sampai sekarang aku gabisa sepenuhnya merasa tenang.

Setiap orang memakai topeng ketika berinteraksi dengan orang lain. Sisi baik mereka memang banyak. Meskipun demikian mereka tetap memiliki sisi buruk, walau hanya 1:5 dengan kebaikan yang mereka miliki. Tapi kedahsyatan sisi buruk itu adalah 3:1 dari sisi baik. Itu asumsi aku aja. Jadi ketika sisi jahat seseorang itu muncul, seketika juga, bagi aku, kebaikan mereka musnah karena terselimuti oleh kegalapan sisi buruk mereka. Sisi buruk yang pernah seseorang keluarkan akan membuatku amat sangat aware dan tidak bisa lagi memberikan trust kepada mereka. Aku takut dan tidak bisa lagi merasa aman dan nyaman. Bagiku berada di sekeliling mereka adalah suatu ancaman yang tak bisa diprediksi. Entah kapan bahaya akan datang, yang jelas aku tak boleh terlena. Meskipun frekuensi sisi baik mereka lebih banyak muncul, tetap saja bagiku mereka adalah makhluk yang pantas untuk diwaspadai. Aku bukan sedang membicarakan sekelompok orang, tapi aku menggenaralisir untuk semua orang. Mungkin salah, tapi ini hanya asumsi dan pendapatku. CMIIW.

Lanjut.
Sebenarnya aku ga pernah mengadu dan selalu menganggap hal ini sepele. Keberadaanku di dalam keluarga orang lain, meskipun masih ada hubungan kerabat denganku, adalah hal yang cukup membuatku tak bisa tenang. Aku rasa kemerdekaanku amat sangat terbatasi. Aku merasa tidak senyaman berada dalam bis umum yang semua orangnya tidak aku kenal. Ah entahlah. Yang jelas sebenarnya hal inilah masalah utamaku terkait performa yang aku miliki dalam hal akademis, dan beberapa hal lain. Ketika berada di rumah, yang aku harapkan akan memberikan ketenangan, kenyamanan, rasa aman, tapi justru aku merasa beban. Entah kenapa. Padahal mereka semua amat sangat baik. Baik. Dan mereka sudah cukup berpengaruh dalam kehidupanku dan keluargaku. Tapi begitu jahatnya aku. Aku rasa dalam hal ini semua penyebab ketidaknyamanan, ketidakamanan, ketidaktenangan yang muncul adalah karena diriku. Justru aku. Sialnya aku. Semua hal yang aku rasakan yang pada akhirnya memengaruhi performa dan output tingkah lakuku adalah karena aku sendiri. Please, jangan salahin orang lain. Lakukan atribusi internal aja. Karena ketika kamu menyalahkan orang lain, masalah tidak akan terselesaikan justru bertambah. Mereka itu tidak seperti bidadari, tetap memiliki sisi monster. Menyeramkan. Mereka punya argumen-argumen tersendiri mengenai output tingkah lakumu. Kamu ga akan berhenti ketika mengatribusikan semua itu kepada mereka. Cukupkan   pada dirimu saja.

M, untuk saat ini bersabarlah. Pasti ada waktu yang tepat agar kamu bisa menemukan "hutan" belantaramu sendiri. "Sarang"mu sendiri. sehingga kamu bisa bebas melakukan apapun sesuai norma dan keinginan dirimu sendiri tanpa harus peduli dengan norma dan keinginan orang lain. Percayalah, kebaban absolutmu akan kamu temukan nanti. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanya bersabar dan mencari siasat untuk bertahan dan mempertahankan output tingkah lakumu seperti dulu ketika kamu berada dalam belantaramu sendiri. Siasat. Hanya itu. Kamu bisa. Semua bergantung pada dirimu sendiri. Ubahlah sikap dan dirimu sendiri. Itu yang paling mungkin. Ada aku, bagian dari dirimu yang masih bersamamu, menemanimu.


Minggu, 13 Mei 2012

My Birhtday (19)

Happy birthday Myself!
120512=19.
Saturday.
:)






bought it by myself.


enjoy it just with my own self.


capture it to make a memory for myself.



Sabtu, 31 Maret 2012

Desperate-Song yang Cocok banget dan Jadi Favoritku

Archuleta. http://www.elyrics.net/read/d/david-archuleta-lyrics/desperate-lyrics.html.


Desperate, desperate
You're reaching out
And no one hears you cry
You're freaking out again
'Cause all your fears
Remind you another dream has come undone
You feel so small and lost like you're the only one
You wanna scream 'cause you're
Desperate

You want somebody, just anybody
To lay their hands on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light

You're in the dark
There's no one left to call
And sleep's your only friend
but even sleep
Can't hide you from all those tears
And all the pain and all the days
You wasted pushin' them away
It's your life, it's time you face it

You want somebody, just anybody
To lay their hands to your soul tonight
[ From: http://www.elyrics.net/read/d/david-archuleta-lyrics/desperate-lyrics.html]
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
'Cause you're desperate; desperate
'Cause you're desperate; and now

You know that things have gotta change
You can't go back you'll find your way
And day by day
You start to come alive

You want somebody, just anybody
To bring some peace on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
You want somebody, just anybody
To lay their hands on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
'Cause you're desperate, desperate
'Cause you're desperate, tonight
Oh desperate, so desperate
Tonight, tonight
Desperate, desperate

Rabu, 21 Maret 2012

Keluh Kesah yang Lama Terpendam

Lamaa banget aku ga nulis lagi di blog. Lamaaaaa banget. Karena banyak hal yang bisa dijadiin alasan. Tapi yang terutama adalah karena kemalasan. Uh gara-gara malas jadi semua unek-unek ga tersampaikan. Niatnya sih mau mendam sesuatu dan mencoba merepressnya biar ga merasa terbebani. Tapi ternyata jadi overburdened rasanya, bertumpuk. Oh Tuhan...

Hal yang membuatku ingin menulis lagi adalah karena burden itu tadi.

Nah untuk hari ini aku cuma ingin menulis tentang keluh kesah yang aku rasakan pada hari ini juga.
Banyak hal, terutama tetap pada masalah yang sama: hubungan atau interaksi dengan orang lain. Selalu deh pengalaman buruk ketika aku berinteraksi dengan orang lain. Makanya aku bersikap negatif terhadap hubungan sosial. I hate it so damn much!

Selalu menimbulkan kerugian dan goresan baru. Entahlah. Seperti sikapku biasanya yang ga berani tegas jadi aku akan selalu menyalahkan diriku sendiri pada akhirnya. Mungkin karena aku yang terlalu lebay sensitifnya. Mungkin karena aku yang ga bisa asertif. Mungkin karena aku yang brengsek bukan orang lain. Mungkin dan mungkin semuanya adalah kesalahan faktor dari diriku sendiri. Sial!

Akankah keinginan unconciousku bisa tercapai Tuhan? Hidup menyendiri di suatu tempat. Berteman angin, air, pepohonan hijau, bebatuan, burung-burung, bukit, rumput, ilalang, kayu-kayu yang membisu? Mampukah aku mewujudkannya Tuhan? Aku mohon, bantu aku Ya Tuhan...

Setiap orang yang aku temui hanya membawaku pada kegelapan dan perasaan-perasaan negatif.

Kapan semua itu bisa berubah? Haruskah aku yang mengubah sikapku dan semua hal tentangku?
*SIGH!

I HATE SOCIAL LIFE SO DAMN MUCH!!









Rabu, 04 Januari 2012

Emosi Manusia-Aspek Kognitif Afektif-Egoisme

Kereta yang telat dan perlu bantuan kereta penolong.
Berisi penuh sesak manusia yang merupakan pengguna jasa setia kereta tersebut. Kebanyakan Ibu-Ibu yang baru pulang kantor, main, atau yang lainnya. Tidak kalah juga jumlah bapak-bapak maupun mas-mas. Intinya cowok.
Terlihat banget bahwa ibu-ibu sangat emosional, egois, dan lemah. Huhuhu
Ah males nulis nih, nantilah kapan-kapan aku lanjut.

-teriakan seorang wanita
-ngalahnya sang pria
-kesabaran kaum pria
-egoisme wanita
-wanita itu lemah namun kuat mulutnya
-laki-laki perkasa namun juga kasar
-disonansi kognitif, entah mana yang seharusnya menjadi keadaan ideal.

Evaluasi.....





Minggu, 13 November 2011

Social Phobia-1

Aku ga pernah nyaman berada bersama keberadaan orang lain di sekitarku yang aku belum memiliki self-disclosure dengan mereka. Yah berat banget. Seperti tercekam dalam goa yang gelap dan aku sendirian. Oh tidak sendiri, bersama seekor singa atau dua ekor atau sekeluarga singa.
Aku tak berani melakukan apapun. Aku hanya ingin merasa aman dan nyaman dengan kesendirianku. Aku lebih menyukai aku tinggal di dalam goa yang gelap itu bersama kesendirianku dan kesunyian alam. Aku tidak pernah tau harus bersikap bagaimana ketika aku bersama dengan orang lain yang asing dan belum aku kenal secara emosional. Aku selalu merasa salah bersikap ketika aku bersama mereka dan aku selalu merasa menyesal untuk bersikap. Aku serba salah. Aku tak tahu. Kehidupan social dan interaksi social merupakan tekanan berat yang harus aku alami.
Entah sampai kapan phobia sosialku akan sembuh. Aku sangat tersiksa dengan semua ini. Aku ingin menjadi seseorang yang ideal.
Entah hal ini ada pengaruh dari perkembangan sosioemosionalku dan juga perubahan lingkunganku yang berkembang atau memang kutukan dari alam (genetis). Yang jelas aku akan selalu berusaha mencapai diri idealku, tanpa social phobia dan normal.
Entahlah. Terkadang aku merasa sangat mencintai kesendirian dan kesunyian. Tapi di sisi lain ketika aku berada di dalam kumpulan social orang-orang yang memiliki banyak similarity dan homogeneity denganku aku merasa sangat nyaman dan bahkan aku merasa sangat mencintai kebersamaan bersama orang lain karena aku merasa nyaman. Dan berkumpul dengan mereka adalah menyenangkan bukan suatu ancaman yang menakutkan.
Namun tetap saja pergaulan social selalu menimbulkan gejolak mendalam bagi diriku. Aku tak akan pernah bisa menerima semua hal tentang social, interaksi, pergaulan, dan sebagainya yang berhubungan dengan kehadiran orang lain terutama yang ‘asing’ dalam hidupku dengan menyenangkan dan tanpa masalah.
Tapi entah suatu saat ketika aku berada pada tingkatan perkembangan psikososial maupun kognitif yang lainnya.
Aku hanya berharap bisa merasakan kenyamanan dalam diri ideal yang aku harapkan.
Semoga melalui belajar banyak hal tentang psikologi aku akan bisa mencapai diri idealku dan aku lebih memahami apa yang aku perlukan tanpa perlu berubah menjadi orang lain. I’m sure, psychology will help myself to find something worth it which I need.
J

Senin, 03 Oktober 2011

Social Phobia

The central fear underlying social phobia is the belief that other people are watching you and judging you in a critical way.
The key to challenging these types of thought is to realize that things in the adult world are very different from when you were young.
The vast majority of adults around you are too busy thinking about their own lives to spend much time or energy thinking about you.
In addition, most of the adults you encounter will treat you with the same kindness you extend others. if you make a mistake or do something stupid, it's not that important to them.
unfortunately, many people with social phobias react to others as if they are still in grade school or junior high school. At that time children are very cruel to another. While there are small number of adults who will react that way, most have grown up and will treat you in a mature manner.

Peurifoy, 2005: 47.