Selasa, 19 Juni 2012

Curhat yang Tertunda (1)

Entah lagi kenapa aku ini. Penyakit malas menulisku masih terus saja hinggap. Jari jemari ini enggan banget untuk menari-nari lagi di atas keyboard, padahal ada banyak hal yang ingin kuabadikan menjadi sebuah kisah dalam tulisan. Agar ia tak hilang mengendap ke dalam alam bawah sadarku. Agar luka yang ada sembuh. Agar aku lega. Namun virus kegelapan hidupku belum sepenuhnya menghilang, masih menyelimuti. Meski kini dosis gelapnya menurun, namun tetap saja gelap. Gelap akan selalu membawa kemuraman, kemalasan, ketidakgairahan hidup, keengganan, kepesimisan, kepasrahan tanpa berusaha.

Entah hal apa saja yang telah terlewat yang ada dalam hidupku. Hal-hal mengenai perasaan, fakta, pengalaman, pelajaran hidup, dsb. banyak yang hanya kubiarkan lewat begitu saja. Ya.. karena kegelapan itulah penyebabnya.

Apa sih sebenernya kegelapan yang aku maksud itu? Entah... aku sendiri sebenernya juga bingung apa itu. Mungkin sebenernya aku tau, hanya saja tak ingin menganggap dan mengklaim hal itulah (BSP) penyebab kegelapan dalam hidupku sekarang. Tapi mungkin memang ituuuuu. Hah Tuhan, entahlah. Aku hanya berharap Kau segera berbaik hati memberikan pelita dalam gelapku sekarang. Telah lama aku terperangkap dalam gelap ini. Aku telah berusaha mencari sinar dan menghapus gelap yang menyelimutiku, hanya saja masih belum juga berhasil. Justru rasanya aku semakin terjerat ke dalamnya. Tuhan aku mohon... Aku mohon... Berikan pelitaMu. Aku butuhkan pelitaMu... Sangat Butuh.

Senin, 04 Juni 2012

Pekerja Sosial atau Entah Apapun Itu!

Entah kenapa selalu terselip dalam pikiranku, suatu saat aku ingin menjadi seorang pekerja sosial. Sejenis volunteer, yang bisa melakukan hal-hal berarti bagi orang lain, terutama yang kurang beruntung.

Apalagi setelah melihat film Loretta Claiborne. Aku yakin ketika nanti hidupku penuh dengan beban dan masalah namun ketika aku masih berbagi dengan mereka, orang-orang yang mungkin kurang mendapatkan afeksi dari orang yang seharusnya, aku akan merasa menjadi orang yang berarti. "I'm somebody!"

Aku rasa yang paling berharga dalam hidup ini adalah ketika bisa berbagi suatu hal dengan orang lain. Terutama orang-orang itu... Aku bertekad dan yakin saat ini, bahwa aku akan menemukan kebahagiaan itu disana. Nanti... Bahkan mungkin ketika aku bisa berbagi aku akan dapat melupakan tentang cinta, tentang hal yang penuh luka, tentang ketidakberuntunganku, tentang kemalanganku, dan aku akan mendapatkan banyak hal, terutama bagaimana cara bersyukur, bagaimana mencintai dengan tulus, bagaimana ikhlas, bagaimana bertindak tanpa mengharap pamrih, dan bagaimana menjadi bahagia, memperoleh authentic happiness.

Tuhan, dekatkan aku dengan tekadku ini. Bawa aku ke sana suatu saat nanti.
I just wanna be someone who can help another persons.
Semoga...

Tears

Liburan justru galau karena ga ada kerjaan. Terlalu nyantai... Belum libur mengeluh terus buat libur. Entah apa yang ku mau dari hidup ini. Rasanya selalu ga sepenuhnya tepat.

Okay,
I'll write about my classic problems, about my love.
Well, Tuhan masih belum berkehendak mempertemukannya secara fisik denganku.
Beberapa waktu terakhir ini rasanya jiwaku, emosiku, dan keinginanku terlalu melonjak, bergemuruh dahsyat, dan aku rasa memang ga baik hasilnya dari gemuruh dalam diriku itu.
I can't control my words to him again. I just text him about my real feelings. Many words, yang kalau aku utarakan ke orang nyata aku sadar pasti akan amat sangat menyakitkan. Aku terlalu agresif kepada orang ini, orang yang entah apakah benar-benar aku cintai atau hanya seperti kata Psikologku, orang yang membuatku kecanduan, addict, just like drugs or online games.
Aku tahu kata-kataku amat sangat kasar dan seringkali memang sengaja aku lontarkan. Kesabaranku tak bisa menahan gemuruh-gemuruh rasa penasaranku itu.
Seringkali aku berpikir ulang dan aku selalu melakukan excuse atas kata-kataku terhadapnya.
Dia pantas mendapatkan kata-kata itu. Lagipula dia juga bukan the real man. He just someone who makes me comfort in my other world, not in my real world.
Aku tahu dia ada, dengan segala barang yang telah dikirimkannya kepadaku atas permintaanku.
Tapi... I really need a real hug, not just words, a real boyfriend who has concrete form. I wanna tell the world that I really lucky to have you! I just wanna make them believe that you are a great man and I am the luckiest girl, though just in my life.
Tapi tanpa sosok konkritmu aku gabisa melakukan itu. Aku sendiri ragu gimana caranya meyakinkan orang lain.
Yeah, maybe this is just imagination and my addiction for you, not love. Not real love. But I still don't know. Because I really need you to stay beside me. I can't replace you from my heart, my deep feeling. I really wanna make this all come true. I wanna have you, the real you! You've made me crazy and take me into my dark years. God... I just wanna meet him. Please.
Meskipun dia udah janji, bulan Juli, 16. Tapi entah mengapa aku masih meragukannya. Aku hanya terburu-buru dan terlalu mengikuti nafsu mungkin. Tapi... terlalu lama aku menunggu, 15 bulan!
Okay and now, I just wanna let it flows, like the water in the river. And then it will stop in a place, somewhere.

Beberapa waktu inipun kata putus selalu terlontar darinya maupun dariku. Tapi tetap saja beberapa menit kemudian kami selalu tak tahan dan masih nyambung lagi. Tapi entah untuk yang kali ini. Aku hanya akan pasrah... I know I'm a cruel person for you. I just doing something normally, I think.


Sabtu, 19 Mei 2012

Oke setelah berhasil konek dengan internet, membuka blog, lalu sekarang aku bingung akan menuliskan apa. Padahal tadi banyaaak banget uneg-uneg pikiran yang pingin aku tulisin di blog ini. Hah Tuhaaaaan. Rasanya beban banget ketika masih nyimpe uneg-uneg itu. Karena keluh kesah yang disimpan ibarat sampah yang ditimbun. Makin lama makin membusuk, berat lagi. Danger intinya.

Oke i'll keep trying.

Tinggal numpang di tempat saudara itu rasanyaaa... Mmmm.. ada enak ga enaknya sih, pastilah ya.
Saudara aku tuh sebenarnya baik-baik banget. Mereka ga pelit. Lumayan perhatian. Tapi wajarlah ya, namanya manusia, selalu punya kekurangan. Mungkin karena kejadian waktu itu, yang menurut aku cukup traumatis buat aku sendiri jadi sampai sekarang aku gabisa sepenuhnya merasa tenang.

Setiap orang memakai topeng ketika berinteraksi dengan orang lain. Sisi baik mereka memang banyak. Meskipun demikian mereka tetap memiliki sisi buruk, walau hanya 1:5 dengan kebaikan yang mereka miliki. Tapi kedahsyatan sisi buruk itu adalah 3:1 dari sisi baik. Itu asumsi aku aja. Jadi ketika sisi jahat seseorang itu muncul, seketika juga, bagi aku, kebaikan mereka musnah karena terselimuti oleh kegalapan sisi buruk mereka. Sisi buruk yang pernah seseorang keluarkan akan membuatku amat sangat aware dan tidak bisa lagi memberikan trust kepada mereka. Aku takut dan tidak bisa lagi merasa aman dan nyaman. Bagiku berada di sekeliling mereka adalah suatu ancaman yang tak bisa diprediksi. Entah kapan bahaya akan datang, yang jelas aku tak boleh terlena. Meskipun frekuensi sisi baik mereka lebih banyak muncul, tetap saja bagiku mereka adalah makhluk yang pantas untuk diwaspadai. Aku bukan sedang membicarakan sekelompok orang, tapi aku menggenaralisir untuk semua orang. Mungkin salah, tapi ini hanya asumsi dan pendapatku. CMIIW.

Lanjut.
Sebenarnya aku ga pernah mengadu dan selalu menganggap hal ini sepele. Keberadaanku di dalam keluarga orang lain, meskipun masih ada hubungan kerabat denganku, adalah hal yang cukup membuatku tak bisa tenang. Aku rasa kemerdekaanku amat sangat terbatasi. Aku merasa tidak senyaman berada dalam bis umum yang semua orangnya tidak aku kenal. Ah entahlah. Yang jelas sebenarnya hal inilah masalah utamaku terkait performa yang aku miliki dalam hal akademis, dan beberapa hal lain. Ketika berada di rumah, yang aku harapkan akan memberikan ketenangan, kenyamanan, rasa aman, tapi justru aku merasa beban. Entah kenapa. Padahal mereka semua amat sangat baik. Baik. Dan mereka sudah cukup berpengaruh dalam kehidupanku dan keluargaku. Tapi begitu jahatnya aku. Aku rasa dalam hal ini semua penyebab ketidaknyamanan, ketidakamanan, ketidaktenangan yang muncul adalah karena diriku. Justru aku. Sialnya aku. Semua hal yang aku rasakan yang pada akhirnya memengaruhi performa dan output tingkah lakuku adalah karena aku sendiri. Please, jangan salahin orang lain. Lakukan atribusi internal aja. Karena ketika kamu menyalahkan orang lain, masalah tidak akan terselesaikan justru bertambah. Mereka itu tidak seperti bidadari, tetap memiliki sisi monster. Menyeramkan. Mereka punya argumen-argumen tersendiri mengenai output tingkah lakumu. Kamu ga akan berhenti ketika mengatribusikan semua itu kepada mereka. Cukupkan   pada dirimu saja.

M, untuk saat ini bersabarlah. Pasti ada waktu yang tepat agar kamu bisa menemukan "hutan" belantaramu sendiri. "Sarang"mu sendiri. sehingga kamu bisa bebas melakukan apapun sesuai norma dan keinginan dirimu sendiri tanpa harus peduli dengan norma dan keinginan orang lain. Percayalah, kebaban absolutmu akan kamu temukan nanti. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanya bersabar dan mencari siasat untuk bertahan dan mempertahankan output tingkah lakumu seperti dulu ketika kamu berada dalam belantaramu sendiri. Siasat. Hanya itu. Kamu bisa. Semua bergantung pada dirimu sendiri. Ubahlah sikap dan dirimu sendiri. Itu yang paling mungkin. Ada aku, bagian dari dirimu yang masih bersamamu, menemanimu.


Minggu, 13 Mei 2012

My Birhtday (19)

Happy birthday Myself!
120512=19.
Saturday.
:)






bought it by myself.


enjoy it just with my own self.


capture it to make a memory for myself.



Sabtu, 31 Maret 2012

Desperate-Song yang Cocok banget dan Jadi Favoritku

Archuleta. http://www.elyrics.net/read/d/david-archuleta-lyrics/desperate-lyrics.html.


Desperate, desperate
You're reaching out
And no one hears you cry
You're freaking out again
'Cause all your fears
Remind you another dream has come undone
You feel so small and lost like you're the only one
You wanna scream 'cause you're
Desperate

You want somebody, just anybody
To lay their hands on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light

You're in the dark
There's no one left to call
And sleep's your only friend
but even sleep
Can't hide you from all those tears
And all the pain and all the days
You wasted pushin' them away
It's your life, it's time you face it

You want somebody, just anybody
To lay their hands to your soul tonight
[ From: http://www.elyrics.net/read/d/david-archuleta-lyrics/desperate-lyrics.html]
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
'Cause you're desperate; desperate
'Cause you're desperate; and now

You know that things have gotta change
You can't go back you'll find your way
And day by day
You start to come alive

You want somebody, just anybody
To bring some peace on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
You want somebody, just anybody
To lay their hands on your soul tonight
You want a reason to keep believin'
That someday you're gonna see the light
'Cause you're desperate, desperate
'Cause you're desperate, tonight
Oh desperate, so desperate
Tonight, tonight
Desperate, desperate

Rabu, 21 Maret 2012

Keluh Kesah yang Lama Terpendam

Lamaa banget aku ga nulis lagi di blog. Lamaaaaa banget. Karena banyak hal yang bisa dijadiin alasan. Tapi yang terutama adalah karena kemalasan. Uh gara-gara malas jadi semua unek-unek ga tersampaikan. Niatnya sih mau mendam sesuatu dan mencoba merepressnya biar ga merasa terbebani. Tapi ternyata jadi overburdened rasanya, bertumpuk. Oh Tuhan...

Hal yang membuatku ingin menulis lagi adalah karena burden itu tadi.

Nah untuk hari ini aku cuma ingin menulis tentang keluh kesah yang aku rasakan pada hari ini juga.
Banyak hal, terutama tetap pada masalah yang sama: hubungan atau interaksi dengan orang lain. Selalu deh pengalaman buruk ketika aku berinteraksi dengan orang lain. Makanya aku bersikap negatif terhadap hubungan sosial. I hate it so damn much!

Selalu menimbulkan kerugian dan goresan baru. Entahlah. Seperti sikapku biasanya yang ga berani tegas jadi aku akan selalu menyalahkan diriku sendiri pada akhirnya. Mungkin karena aku yang terlalu lebay sensitifnya. Mungkin karena aku yang ga bisa asertif. Mungkin karena aku yang brengsek bukan orang lain. Mungkin dan mungkin semuanya adalah kesalahan faktor dari diriku sendiri. Sial!

Akankah keinginan unconciousku bisa tercapai Tuhan? Hidup menyendiri di suatu tempat. Berteman angin, air, pepohonan hijau, bebatuan, burung-burung, bukit, rumput, ilalang, kayu-kayu yang membisu? Mampukah aku mewujudkannya Tuhan? Aku mohon, bantu aku Ya Tuhan...

Setiap orang yang aku temui hanya membawaku pada kegelapan dan perasaan-perasaan negatif.

Kapan semua itu bisa berubah? Haruskah aku yang mengubah sikapku dan semua hal tentangku?
*SIGH!

I HATE SOCIAL LIFE SO DAMN MUCH!!