Rabu, 04 Januari 2012

Emosi Manusia-Aspek Kognitif Afektif-Egoisme

Kereta yang telat dan perlu bantuan kereta penolong.
Berisi penuh sesak manusia yang merupakan pengguna jasa setia kereta tersebut. Kebanyakan Ibu-Ibu yang baru pulang kantor, main, atau yang lainnya. Tidak kalah juga jumlah bapak-bapak maupun mas-mas. Intinya cowok.
Terlihat banget bahwa ibu-ibu sangat emosional, egois, dan lemah. Huhuhu
Ah males nulis nih, nantilah kapan-kapan aku lanjut.

-teriakan seorang wanita
-ngalahnya sang pria
-kesabaran kaum pria
-egoisme wanita
-wanita itu lemah namun kuat mulutnya
-laki-laki perkasa namun juga kasar
-disonansi kognitif, entah mana yang seharusnya menjadi keadaan ideal.

Evaluasi.....





Minggu, 13 November 2011

Social Phobia-1

Aku ga pernah nyaman berada bersama keberadaan orang lain di sekitarku yang aku belum memiliki self-disclosure dengan mereka. Yah berat banget. Seperti tercekam dalam goa yang gelap dan aku sendirian. Oh tidak sendiri, bersama seekor singa atau dua ekor atau sekeluarga singa.
Aku tak berani melakukan apapun. Aku hanya ingin merasa aman dan nyaman dengan kesendirianku. Aku lebih menyukai aku tinggal di dalam goa yang gelap itu bersama kesendirianku dan kesunyian alam. Aku tidak pernah tau harus bersikap bagaimana ketika aku bersama dengan orang lain yang asing dan belum aku kenal secara emosional. Aku selalu merasa salah bersikap ketika aku bersama mereka dan aku selalu merasa menyesal untuk bersikap. Aku serba salah. Aku tak tahu. Kehidupan social dan interaksi social merupakan tekanan berat yang harus aku alami.
Entah sampai kapan phobia sosialku akan sembuh. Aku sangat tersiksa dengan semua ini. Aku ingin menjadi seseorang yang ideal.
Entah hal ini ada pengaruh dari perkembangan sosioemosionalku dan juga perubahan lingkunganku yang berkembang atau memang kutukan dari alam (genetis). Yang jelas aku akan selalu berusaha mencapai diri idealku, tanpa social phobia dan normal.
Entahlah. Terkadang aku merasa sangat mencintai kesendirian dan kesunyian. Tapi di sisi lain ketika aku berada di dalam kumpulan social orang-orang yang memiliki banyak similarity dan homogeneity denganku aku merasa sangat nyaman dan bahkan aku merasa sangat mencintai kebersamaan bersama orang lain karena aku merasa nyaman. Dan berkumpul dengan mereka adalah menyenangkan bukan suatu ancaman yang menakutkan.
Namun tetap saja pergaulan social selalu menimbulkan gejolak mendalam bagi diriku. Aku tak akan pernah bisa menerima semua hal tentang social, interaksi, pergaulan, dan sebagainya yang berhubungan dengan kehadiran orang lain terutama yang ‘asing’ dalam hidupku dengan menyenangkan dan tanpa masalah.
Tapi entah suatu saat ketika aku berada pada tingkatan perkembangan psikososial maupun kognitif yang lainnya.
Aku hanya berharap bisa merasakan kenyamanan dalam diri ideal yang aku harapkan.
Semoga melalui belajar banyak hal tentang psikologi aku akan bisa mencapai diri idealku dan aku lebih memahami apa yang aku perlukan tanpa perlu berubah menjadi orang lain. I’m sure, psychology will help myself to find something worth it which I need.
J

Senin, 03 Oktober 2011

Social Phobia

The central fear underlying social phobia is the belief that other people are watching you and judging you in a critical way.
The key to challenging these types of thought is to realize that things in the adult world are very different from when you were young.
The vast majority of adults around you are too busy thinking about their own lives to spend much time or energy thinking about you.
In addition, most of the adults you encounter will treat you with the same kindness you extend others. if you make a mistake or do something stupid, it's not that important to them.
unfortunately, many people with social phobias react to others as if they are still in grade school or junior high school. At that time children are very cruel to another. While there are small number of adults who will react that way, most have grown up and will treat you in a mature manner.

Peurifoy, 2005: 47.

The Path to Freedom

Reneau Z. Peurify

As each day passes,

I am better able to embrace and love myself,
all of myself,
and to more fully embrace and love others,

I am better able to understand
that feelings are friendly,
and this understanding allows them to flow freely through me,

I am better able to think rationally and realistically,
to look at life as a series of choices
and to stop and look before choosing,

I am better able to know
that perfection is a direction rather than a place,
and to laugh at my mistakes and imperfections,

I am better able to be patient with time
and face my world with courage,
knowing that each day

I take another step on The Path to Freedom.

(Peurifoy, 2005).

Insecure

I am afraid.

Bastard!

Omonganku dalam dunia maya seringkali ga sopan. Aku tau... Mungkin beberapa orang melihatku memiliki kepribadian berbeda ketika aku itu dan aku yang ini telah disadari mereka.

Aku rasaa... Mungkin aku mengalami gangguan, entah apa itu. Dugaanku saja... Tapi entah menurut suatu ilmu pengetahuan itu.

Begooooo! Shit! Begoo banget gue emang. Gue bego. Tuhan...  I can't standing here too long. I wanna give up.
Please end all of my ilution or halucination. I give up right now! God.......... Listen to mee,,,

...

social anxiety and social phobia.