Minggu, 13 Maret 2011

Galau.

Memang mungkin hidup ini ga akan pernah lepas dari cinta karena itu naluriah dan telah menjadi kodrat. Hanya saja bagaimana cara menjaga dan menemukan cinta yang sejati dan sesuai ajaranNya yang seringkali menjadi masalah.
Rasanya aku ga akan pernah siap untuk memikirkan masalah itu. Aku rasa belum pantas dan belum saatnya. Tapi entah apa yang aku alami saat ini. Tuhan, Kau yang lebih tahu, bahkan aku pun sama sekali tak tahu. Mohon petunjukMu...

Selasa, 08 Maret 2011

Aku dan Tentangmu

Entah kenapa aku merasa sangat khawatir dengan keadaanmu saat ini. padahal aku pun belum pernah berjumpa secara langsung denganmu. Hanya melalui kalimat-kalimat dan ekspresi yang dengan sendirinya muncul dari kumpulan kalimat itu.
Bahkan sampai sekarang aku masih meragukan semua tentangmu. Sosok imajiner yang masuk ke dalam dunia riilku.
Tiba-tiba aku menjadi sangat ketakutan jika harus benar-benar kamu tinggalkan selamanya. Selama-lamanya. Pergi jauh ke dunia yang memang abstrak, bukan mungkin lagi, tapi memang abstrak. Aku berharap semua tidak berakhir seperti itu.
Aku benar-benar ketakutan jika kamu pergi selamanya, tidak bisa kembali ke dalam dunia riilku lagi.
Aku semakin takut untuk mencoba sesuatu yang telah kau coba agar aku mau mencobanya. Sesuatu yang lumayan aku benci dan sangat aku takuti.
Bahkan sejauh ini kau telah menghidupkan harapanku tentang sesuatu yang ingin aku matikan dalam diriku ini, jika kau pergi begitu saja tanpa menunjukkan sosok nyatamu, apa yang akan aku rasakan?
Aku akan semakin ketakutan dan membenci sesuatu itu, kau tau itu?
Karena kau telah terlanjur masuk ke dalam duniaku yang cukup dalam merasuk ke dalam relung perasaan dan aspek kehidupanku maka kau harus mempertanggungjawabkan semua itu untukku. Jangan pergi sebelum kau benar-benar menunjukkan sosok aslimu itu. Aku tak akan rela dan aku akan sangat kecewa.
Aku merasa aneh pada diriku. Tidak seharusnya aku merasa begitu sedih bahkan ingin atau telah menitikkan air mataku untukmu saat ini. Aku begitu khawatir sekarang, kau tahu? Dan aku telah memberanikan diri untuk memberitahumu tentang sesutau yang aku rasakan karena kau telah mengajariku. Kau tahu? Aku rasa aku tulus mengatakan itu dan memang mengakuinya pada akhirnya. Aku sungguh mengkhawatirkanmu dan begitu takut kehilanganmu untuk selamanya. Aku tidak berharap kau menemuiku dalam sosok imajiner dan abstrakmu, tapi aku mengaharap yang nyata dan riil, berbentuk. Tuhan, tolong aku, jangan Kau tambahkan kekacauan dalam perasaanku karena dirinya. Tolong aku...

Senin, 07 Maret 2011

I Trapped In a Mess

Semakin hari aku merasa semakin kacau. Entah apa aku pantas menyebut dirimu sebagai penyebab kekacauan yang aku rasakan atau tidak. Tapi aku merasa kacau semenjak kehadiranmu.
Kamu telah mengacak-acak sebagian perasaan dan otakku. aku merasa kehilangan fokus awalku.
Aku membenci keadaanku sekarang ini. Aku lemah, tak berdaya. Aku merasa telah menjadi seseorang yang sangat payah.
Aku serba salah. Aku ketakutan, bimbang, gelisah tak menentu, dan yang paling ku benci aku tidak bisa fokus lagi terhadap tujuan awalku.
Aku berharap ini hanya kualami sementara. Aku ingin mengakhirinya. Aku ingin kembali kepada diriku yang membawa sejuta harapan dan cita-cita tinggi dan penuh khayalan indah tentang masa depanku nanti yang belum pernah aku rasakan dan dapatkan.
Aku benar-benar ingin kembali menemukan bagian diriku yang memiliki fokus tentang itu.
Tuhan, aku ingin menangis, namun selalu saja air mata urung keluar dari kedua ujung mataku. Aku menderita dengan semua ini, Tuhan... Aku benar2 ingin kembali pada diriku yg dulu.
Ah, entah apa sebenarnya yg ingin kutuliskan. Aku rasa ini bukan hal yg ingin kukatakan lewat tulisan. Ini masih terlalu dangkal untuk merasuk ke dalam perasaan dan keinginanku sebenarnya mengenai realitasku, hidupku dan segala hal mengenai perasaanku yg kacau.
Aku selalu gagal mengungkapkan apa yang ingin kuungkapkan. Aku kesal pada diriku sendiri. Sangat kesal. Tuhan, hanya Kau yang Maha Tahu, bahkan diriku sendiripun tak tahu...
Aku ingin terbesa dari semua ini, dari perasaan mengawang tentang dia dan dari khayalan yang tak pasti. Aku benar2 ingin kembali fokus dan hanya berharap pada satu tujuan, satu hal, dan satu masa depan yang aku impikan: wanita karir without depend on any boys. Aku harus dan telah bisa melewati cobaan dan godaan ini. Aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan mengenai masa depanku nanti. Kembali pada diriku yang dulu dg segala penderitaan, perjuangan, dan harapan yang dulu. Aku bisa...

I Trapped In a Mess

I Trapped In a Mess

Jumat, 07 Januari 2011

The Opening Note at the Beginning Year (2)

Argh, menyebalkan. Aku tidak memiliki hasrat dan ide untuk menulis akhir-akhir ini. Sebenarnya bukan tidak punya ide juga, aku punya hanya saja aku tidak tahu bagaimana harus mengeluarkan ide itu. Ada perasaan takut kecewa, takut kalau tulisanku buruk, dan takut. Selalu takut. Aku benci itu sebenarnya. Argh..!

Ada banyak topik dalam otakku untuk aku tulis. Hanya saja ketika aku ingin menuliskannya, berantakan. Semua jadi berantakan. Hal itu membuatku malas untuk menulis. Dan hal yang baru saja terjadi ini (beberapa menit sebelum aku menulis ini) pun menjadi masalah, penghalang untukku menulis. Laptopku tiba-tiba mati, atau koneksi internet tiba-tiba putus. Hal yang telah ku tuliskan hilang begitu saja. Iya aku yang ceroboh. Seharusnya aku menekan tombol save atau save now. Sudahlah, aku tidak ingin menyalahkan diriku lagi. Karena aku selalu menyalahkan diriku.

ah, entahlah apa yanbg aku bicarakan. Sampah..! Aku tak peduli, yang penting aku menulis.
Karena blogku ini berfungsi sebagai salah satu tempat sampahku, jadi biarlah blgku ini berisi sampah-sampahku. Aku akan berusaha tidak peduli dengan reaksi atau tanggapan orang lain tentang ini. Aku tahu, bodoh mungkin mempublish tulisan sampah di blog, apalagi ini bisa diakses siapapun, dibaca siapapun, untuk publik. Tapi biarlah...karena  blog membuatku lega. Aku merasa lega seolah-olah telah membuang sampahku ke laut ketika aku telah menuliskan sampah.
Aku tidak berharap ada seseorang yang membaca blog sampahku ini. Aku hanya ingin mencari media penghilangan sampah yang memenuhi otakku.

The Opening Note at the Beginning Year

Liburan panjang telah tiba. Sudah dari sepekan yang lalu sebenarnya, tapi aku masih disini. Di tempatku yang baru. Enggan sekali rasanya untuk kembali ke tempat itu, tempat yang telah lama sekali aku kenal, tempat yang telah menjadi rumahku selama 17 tahun. Entahlah karena apa.

Tapi, akhirnya karena suatu alasan, yang menurutku tidak terlalu mendesak, bahkan tidak mendesak bagi diriku, aku harus tetap kembali. Lagipula sudah pada umumnya semua orang kembali ke tempatnya ketika libur panjang. Lagipula di tempatku sekarang aku juga tidak memiliki kegiatan apapun, teman pun sudah banyak seklai yang pulang. Argh, tapi malas... Jadi hari ini, kuputuskan pulang. Sudah sejak lama aku menyiapkan mental, perasaan, dan antisipasi tingkah laku apa yang harus aku lakukan ketika nanti aku berada di tempat itu.Berlebihan kedengarannya. Iya, memang. Karena tidak semua orang tahu situasi yang ada dalam otakku yang sebenarnya. Ada suatu ganjalan. Ganjalan yang timbul lumayan lama, tapi tidak mau pergi juga. Aku risih sekali dengan ganjalan ini, tapi aku tak tahu cara mengusirnya. Ganjalan ini merembet ke dalam perasaan, melukai hati. Tertusuk, ketika aku mengingatnya dalam alam sadarku. Selama ini aku hanya berusaha memendam dan menganggapnya tidak ada. Tapi bagaimanapun sesuatu itu tetap menonjol, mengganjal otakku, merembet ke perasaanku, dan menyayatnya.